Kepada Radar Tarakan, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Republik Indonesia, Eko Prasetyo menuturkan bahwa proses tsunami biasa dilalui oleh proses terjadinya gempa didasar laut. Nah, khusus alat sensor gempa, diakui Eko telah didapatkan pihaknya, hanya saja alat untuk memprediksi terjadinya gempa belum dimiliki Indonesia.
"Alat prediksi gempa saja belum, apalagi kalau ditanya kapan tsunaminya datang?" ujarnya.
Namun jika tidak memiliki gunung api di laut, dikatakan Eko maka daerah akan terfokus pada patahan di dasar laut.
"Saya pikir Kalimantan cukup aman untuk ancaman tsunami dibantengnya Indonesia," katanya. (shy/eza) Editor : Azwar Halim