Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Gempa 4,4 SR Guncang Kaltara, Terasa Lumayan Keras di Tanjung Selor dan Nunukan

Muhammad Erwinsyah • Jumat, 31 Desember 2021 | 18:12 WIB
gempa-44-sr-guncang-kaltara-terasa-lumayan-keras-di-tanjung-selor-dan-nunukan
gempa-44-sr-guncang-kaltara-terasa-lumayan-keras-di-tanjung-selor-dan-nunukan

TARAKAN - Gempa bumi 4,4 skala richter (SR) kembali mengguncang Tarakan pada Kamis (30/12) sekira pukul 02.09 dini hari.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bersumber pada koordinat 2.78 LU dan 118.58 BT, atau tepatnya berlokasi pada jarak 126 km arah Tenggara Tarakan, Kalimantan Utara, pada kedalaman 10 kilometer.


Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi membenarkan jika gempa cukup terasa. “Memang gempa yang berkekuatan 4,4 SR semalam (kemarin) cukup terasa. memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” ujarnya, Kamis (30/12).


Kendati begitu, ia menjelaskan jika gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sehingga ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak mempercayai berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. “Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami. Jadi jangan mempercayai jika ada berita yang mengatakan bermacam-macam dan tidak jelas sumbernya karena itu akan menimbulkan keresahan masyarakat,” tuturnya.


Diketahui, kejadian tersebut sempat membuat masyarakat Tarakan panik dan keluar rumah. Selain itu, BMKG juga menyatakan jika gempa tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat Tarakan namun juga sebagian wilayah di Kaltara seperti Tanjung Selor dan Nunukan.


“Gempa bumi ini dirasakan di Tarakan, Tanjung Selor dan Nunukan getarannya cukup kuat. Tapi sampai saat ini belum ada informasi apakah ada bangunan yang rusak atau tidak,” tukasnya.


Sehingga ia mengimbau kepada masyarakat agar memeriksa dan memastikan bangunan tempat tidak retak. Sehingga hal itu dapat membahayakan kestabilan bangunan sebelum jika terjadi susulan. “Saat ini tidak ada potensi susulan. Walau begitu kita tetap harus waspada karena perkembangan iklim ini cukup dinamis,” tukasnya. (*/zac/lim)


GEMPA DI KALIMANTAN


Berikut ini adalah beberapa kejadian gempa dengan kekuatan signifikan dan merusak di Pulau Kalimantan berdasarkan data katalog gempa BMKG.


1. Gempa dan tsunami Sangkulirang Kalimantan Timur 14 Mei 1921. Dampak gempa Sangkulirang dilaporkan memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, yang artinya banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Gempa kuat ini diikuti terjangan tsunami yang mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang, Kalimantan Timur.


2. Gempa Tarakan Kalimantan Timur 19 April 1923. Gempa Tarakan ini dilaporkan memiliki kekuatan M=7,0. Dampak guncangannya mencapai skala intensitas VII-VIII MMI yang artinya banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Gempa ini menyebabkan banyak kerusakan bangunan rumah dan rekahan tanah.


3. Gempa Tarakan Kalimantan Timur 14 Februari 1925. Guncangan gempa ini dilaporkan sangat kuat mencapai skala intensitas VI-VII MMI hingga menyebabkan kerusakan banyak bangunan rumah di Tarakan.


4. Gempa Tarakan Kalimantan Timur 28 Februari 1936. Gempa kuat yang ketiga kalinya ini terjadi dengan magnitudo M=6,5. Gempa ini juga dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan rumah.


5. Gempa Pulau Laut Kalimantan Selatan 5 Februari 2008. Gempa berkekuatan M=5,8 ini dirasakan guncangannya cukup kuat di Pulau Laut, Pulau Sebuku, Pulau Sembilan, Pagatan, dan Batulicin.


6. Gempa Tarakan Kalimantan Timur 21 Desember 2015. Gempa ini memiliki magnitudo M=6,1. Pusat gempa terletak di laut dengan jarak 29 km arah timur laut Tarakan. Gempa ini merusak banyak bangunan rumah dengan aktivitas gempa susulan mencapai sebanyak 16 kali.


7. Gempa Kendawangan Kalimantan Barat 24 Juni 2016. Kali ini, gempa melanda wilayah Kalimantan Barat. Gempa dengan magnitudo cukup signifikan M=5,1 ini menyebabkan beberapa rumah mengalami kerusakan.


8. Gempa Katingan Kalimantan Tengah 14 Juli 2018. Gempa dengan magnitudo M=4,2 ini guncangannya dirasakan di daerah Katingan, Kasongan, Batutinggi, dan Bengkuang dengan skala intensitas III-IV MMI. Gempa ini dilaporkan menyebabkan 1 rumah rusak ringan.


SUMBER: BMKG

Editor : Muhammad Erwinsyah