Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Embung Indulung Menunggu Listrik PLN

Muhammad Erwinsyah • Rabu, 15 September 2021 | 10:30 WIB
embung-indulung-menunggu-listrik-pln
embung-indulung-menunggu-listrik-pln

TARAKAN - Pemasangan pipa dari Embung Indulung ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Embung Binalatung Kampung Satu Skip sudah selesai dilakukan. Ini diharapkan bisa mengatasi krisis air baku pada Embung Binalatung.


Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, meski pipa sepanjang 11 km tersebut sudah tersambung, pihaknya belum bisa memanfaatkan air baku dari Sungai Indulung untuk didistribusikan ke Embung Binalatung. “Pemipaan sudah selesai, tinggal pemasangan Aksesories seperti air valve, wash out valve, serta daya listrik dari PLN,” terang Iwan, Selasa (14/9).


Terkait daya listrik, pihaknya sudah mengkomunikasikan hal ini kepada PLN. PLN nanti tinggal menarik jaringan yang ada di daerah Binalatung ke Embung Indulung. “Sudah saya komunikasikan ke Manajer PT PLN (Persero) UP3 Kaltara, Suparje Wardiyono, beliau siap memfasilitasi hal ini. Kami harapkan untuk realisasinya lebih cepat lebih baik lagi agar bisa segera beroperasi,” ungkapnya, Selasa (14/9).


Adapun bila distribusi air baku Embung Indulung berjalan, maka kriris air baku yang sering terjadi pada Embung Binalatung dapat teratasi. “Jadi kalau air baku di Embung Binalatung Kampung Satu sudah mulai kering, kami tinggal mengambil air baku yang bersumber dari Sungai Indulung melalui pipa yang sudah terpasang sebelumnya,” ucapnya.


Dirinya menjelaskan, dengan menggunakan pipa yang terhubung dengan sumber air baku dari Sungai Indulung, setidaknya air yang didistribusikan ke Embung Binalatung bisa mencapai 200 liter per detik. “Embung Binalatung Kampung Satu terpasang untuk 250 liter per detik, namun normalnya beroperasi mendistribusikan air bersih 215 liter per detik, dengan adanya tambahan 200 liter per detik air baku bersumber dari Sungai Indulung. Kita sudah bisa mengatasi persoalan krisis air baku yang sering terjadi selama ini,” tuturnya.


Selama ini air baku yang tersedia di Embung Binalatung melalui IPA yang ada di lokasi tersebut, air bersih selanjutnya didistribusikan ke Kampung Satu Skip, Kampung Empat, Kampung Enam, Lingkas Ujung dan sebagian daerah Beringin.


“Mengapa Embung Binalatung air bakunya cepat habis, karena memang fungsinya sebagai penampung tadah hujan yang tidak memiliki sungai. Jadi kalau tidak ada hujan dalam waktu seminggu embung ini sudah kering,” bebernya.


Berbeda dengan embung lainnya seperti Embung Persemaian dan Embung Bengawan, keduanya terhubung dengan sungai yang ada di sekitarnya. Ketika terjadi penurunan debit air baku, untuk mengatasinya dengan membuka pintu air dari sungai.


Sementara itu Manajer PT PLN (Persero) UP3 Kaltara, Suparje Wardiyono mengatakan, elektrifikasi fasilitas produksi PDAM Tirta Alam itu telah dibahas. “Komunikasi sudah dilakukan, tapi permohonan resmi secara tertulis belum kami terima,” ucapnya.


Adapun untuk membantu kebutuhan listrik di Embung Indulung, pihaknya perlu melakukan pembangunan jaringan listrik baru lagi dari jaringan listrik terakhir yang berada di Binalatung. “Jadi pengajuan pembangunan itu dari DPUPR Tarakan, adapun dayanya yang diminta sekitar 550 Kw, dari kami sendiri masih cukup untuk kebutuhan daya segitu,” jelasnya. (jnr/lim)


 

Editor : Muhammad Erwinsyah