TARAKAN - Pencarian terhadap LH, kepala SDN 052 Tarakan yang diduga mangkir dari tugas masih dilakukan Dinas Pendidikan Tarakan. Kendati demikian, pencarian ini belum melibatkan polisi sebab masih dilakukan secara persuasif.
Kepada Radar Tarakan, Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan dan Sarana Prasarana Disdik Tarakan, Agung mengatakan, bahwa pihaknya belum melapor ke pihak pihak berwenang sebab sesuai UU ASN pihaknya masih harus melakukan beberapa kali panggilan. Apalagi dalam hal hilangnya LH belum terdapat satu orang pun yang mengadu soal kerugian.
“Belum ada yang merasa dirugikan, jadi bukan kapasitas kami sih sebenarnya untuk melapor ke polisi. Karena kalau menurut UU ASN harus dilakukan beberapa kali panggilan, kalau beliau sudah datang dilakukan pembinaan. Bukan kapasitas kami untuk melapor ke kepolisian,” ungkapnya, Senin (1/6).
Dikatakan Agung, dalam minggu ini pihaknya akan melihat tindak lanjut kasus hilangnya LH ini yakni dengan melibatkan Kepala Disdik Tarakan, Tajuddin Tuwo. “Kami melakukan panggilan terakhir pada minggu lalu. Minggu ini panggilan keempat. Kalau belum ada respons, maka menjadi ranah bagian kepegawaian Disdik,” ucapnya.
Menurut Agung, jika LH kabur dengan membawa sejumlah uang maka hal tersebut tidak sesuai logika, sebab sebelum kabur LH telah menyelesaikan pembangunan gedung dan melengkapi mebeler. “Tapi mungkin utang secara pribadi saya juga tidak tahu pastinya. Makanya saya akan konfirmasi ke SDN 052 Tarakan langsung nanti,” jelasnya.
Sepengetahuan Agung, jika LH meninggalkan pekerjaannya sebagai ASN dalam hitungan tiga bulan, maka akan berisiko dipecat dari jabatan ASN-nya apalagi jika telah meninggalkan pekerjaannya secara berturut-turut.
KOMISI II PANGGIL DISDIK
Komisi II DPRD Tarakan juga bertindak tanggap dan berencana memanggil Disdik Tarakan perihal hilangnya kepala SDN 052 Tarakan.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Muhammad Yusuf sangat menyayangkan kejadian tersebut. Meski mengaku belum mengetahui kejadian secara mendalam, namun menurutnya jika kejadian ini seperti yang diberitakan maka hal ini harus menjadi perhatian serius. Pasalnya kejadian tersebut berdampak pada nasib pendidikan dan masyarakat.
“Saya sebenarnya baru mendengar kabar ini juga, tapi tentu dalam hal ini Komisi II DPRD Tarakan sangat prihatin atas kejadian ini. Tentunya kami berharap ini perlu menjadi perhatian bersama. Kenapa karena DAK yang dikucurkan ke daerah, merupakan perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan kualitas pendidikan di daerah,” ujarnya, Senin (1/6).
Menurutnya, hal ini tidak hanya sudah masuk ke ranah hukum, namun juga pada ranah kemanusiaan. Mengingat kejadian tersebut terjadi di masa pandemi Covid-19. “Dalam hal ini Disdik sebagai instansi terkait harus serius melihat hal ini. Harus ada titik terang, dalam pembangunan sarana dan prasarana yang bersangkutan. Tentunya, kami berharap oknum kepala sekolah ada niat yang baik mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tukasnya.
Selain itu, tentunya hal tersebut tidak hanya berdampak kepada sekolah, namun kepada kontraktor yang berharap hak dari anggaran tersebut. Menurutnya, jika dugaan tersebut benar, maka tentu pembayaran kepada kontraktor pun terkendala.
“Kami memahami bahwa DAK ini sangat dibutuhkan setiap sekolah dalam menunjang sarana dan prasarananya. Selain itu, hal ini juga mungkin berdampak pada kontraktor yang sudah mengerjakan pekerjaan itu. Kalau benar anggarannya dibawa kabur bagaimana mereka mendapatkan haknya,”terangnya.
“Kalau secara sistem penyaluran tentunya ini ranah Disdik. Tapi kami yakin sistem ini sudah diatur seketat mungkin dalam penyalurannya. Selanjutnya mungkin BPK atau kepolisian bisa menyelidiki hal ini,” sambungnya.
“Kalau kita melihat bahwa untuk mengalihkan atau memindah bukukan penyaluran kan tidak mungkin hanya kepala sekolah yang bisa melakukan ini. Mungkin ada pihak lain yang punya kewenangan. Kalau memang ini terjadi mungkin sangat disayangkan,” duganya.
“Tentu dengan informasi ini, sekali pun saya belum mendalami seperti apa kejadiannya, tapi yang pasti kami akan melakukan komunikasi dengan Disdik untuk menelaah lebih jauh apa yang terjadi sebenarnya,” pungkasnya. (shy/*/zac/lim)
Editor : Azwar Halim