TARAKAN – Berniat ingin membuat konten di media sosial dengan melakukan tindakan prank (lelucon) terhadap pengendara di jalan raya, empat orang remaja diamankan polisi.
Diketahui, keempat remaja ini melakukan aksi lelucon dengan cara menjadi hantu pocong agar menakuti para pengendara yang melintas di Jalan Gunung Amal. Kejadian terjadi pada Senin lalu (1/2), sekitar pukul 22.30. Namun tanpa disadari, aksi para remaja itu bisa membahayakan keselamatan para pengendara.
Kapolsek Tarakan Timur AKP Faisal mengatakan, meski para remaja itu berniat ingin membuat konten di medsos, namun masyarakat sekitar yang resah melihat perbuatan para remaja itu langsung mengamankan keempatnya. “Kemudian dibawa ke Ketua RT dan dibawa ke kelurahan,” katanya.
Dilanjutkan Kapolsek, terhadap kejadian ini pihaknya lebih mengutamakan upaya persuasif dengan cara melakukan pembinaaan. Apalagi orang tua keempat remaja ini juga sudah dilakukan pemanggilan. Selain pembinaan, para remaja itu juga diminta untuk membuat pernyataan agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang serupa. “Kita tidak ke penegakan hukum, karena ini masih anak-anak dan kita bimbing baik-baik. Kita juga menyampaikan bahwa apa yang mereka lakukan ini salah,” ungkapnya.
Sebelumnya, aksi yang dilakukan para remaja ini sempat menghebohkan pengguna medsos di Kota Tarakan. Saat melakukan aksi prank itu, salah satu remaja tersebut menggunakan kain putih polos dan menutupi badannya sehingga tampak seperti pocong. Sementara ketiga remaja lainnya bersembunyi di balik rerumputan untuk mendokumentasi aksi yang dilakukan temannya itu.
Beberapa pengendara yang melintas pun sempat ada yang kaget dan ketakutan. Kapolsek menuturkan, tempat para remaja itu beraksi merupakan tanjakan, sehingga sangat membahayakan para pengendara roda dua maupun roda empat yang akan lewat. “Saat ini media sosial sedang mencari hal yang viral, namun harus kita pikirkan apakah ini bisa menyebabkan hal yang tidak baik kepada orang lain. Ini yang mau kita sampaikan kepada masyarakat,” beber Faisal.
Pihaknya pun sudah memulangkan para remaja itu kepada orang tuanya masing-masing. Faisal berharap masyarakat tidak menyebarkan lagi konten tidak positif seperti ini. “Kita juga menyampaikan informasi kepada masyarakat agar dapat memelihara kamtibmas dengan suasana yang damai, aman dan kondusif,” harapnya. (zar/ash)
Editor : Muhammad Erwinsyah