TARAKAN - Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020, berdampak pada semua sektor ekonomi, termasuk objek wisata. Salah satunya wahana Pantai Amal. Hal itu terlihat pada angka pengunjung yang tidak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya.
Saat dikonfirmasi, Zulkifli, pengelola wahana Pantai Amal menuturkan, sejak pandemi Covid-19, pengunjung di hari libur mengalami penurunan cukup drastis. Jika libur besar di masa normal, pengunjung sekitar 6 ribu sehari, kini hanya dua ribuan. “Karena ini masih masa pandemi, jadi mungkin ini yang membuat warga takut ke pantai," ujarnya, (1/1).
Ia menyebut, sejak Covid-19, cukup berpengaruh besar terhadap kunjungan masyarakat. Meski demikian, ucap dia, penularan terjadi sangatlah kecil jika di tempat terbuka. "Tapi, menurut saya, untuk di pantai atau outdoor potensi penularan kecil. Juga di Pantai Amal sini sudah tidak ada warga yang positif," tuturnya.
Meski demikian, ia tidak dapat berbuat banyak atas penurunan kunjungan tersebut. Pihaknya tetap harus memperjuangkan gaji dari pekerja di wahana wisata. "Kalau kerugian sih tidak, cuma keuntungan berkurang. Karena yang seharusnya lumayan, jadi menipis. Kita kan juga menggaji petugas keamanan, kebersihan untuk kenyamanan pengunjung," terangnya.
Lanjutnya, ia menyebut, belum ada fasilitas protokol memadai. Meski begitu, pihaknya sudah mengimbau kepada masyarakat agar selalu menaati protokol kesehatan saat berkunjung. "Kami pikir ini pantai, sehingga sulit juga menyediakan sabun cuci tangan karena pengunjungnya banyak. Paling kita sediakan cuci tangan di musala saja di tempat wudu," tuturnya.
Ia menambahkan, sejak 2020, pihaknya telah menambah jam buka wahana wisata Pantai Amal. Jika sebelumnya hanya buka hingga pukul 6 sore, kini Pantai Amal buka hingga pukul 10 malam.
Sementara itu, Risna, salah satu pengunjung cukup senang menghabiskan hari liburnya di Pantai Amal. Menurutnya, selain dapat menyaksikan pemandangan laut, di wahana pantai banyak tersedia kafe dan jajanan kuliner, sehingga tidak membuat pengunjung bosan.
"Tapi mungkin pengunjung tidak membuang sampah sembarangan karena itu bisa membuat pantainya kotor. Selain itu, mungkin pintu masuknya bisa diperbesar karena yang ada sekarang kecil dan pengunjung sering berdesak-desakan kalau masuk dan keluar," pungkasnya. (*/zac/ind/k16)
Editor : Muhammad Erwinsyah