Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tarakan-Nunukan OTW Zona Hijau

Muhammad Erwinsyah • Selasa, 21 Juli 2020 | 14:41 WIB
tarakan-nunukan-otw-zona-hijau
tarakan-nunukan-otw-zona-hijau

TARAKAN – Setelah empat bulan kasus terkonfirmasi Covid-19 merebak di Tarakan, tepatnya sejak 27 Maret lalu, semua pasien yang dirawat di rumah sakit dinyatakan sembuh. Per Senin (20/7), data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan pasien terkonfirmasi nol kasus.


Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes, mengatakan, terdapat 14 tambahan pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sehingga sudah tidak ada pasien terkonfirmasi dalam perawatan.


“Sudah tidak ada pasien terkonfirmasi. Semua yang dirawat sudah sembuh,” terangnya, Senin (20/7).


dr. Devi merincikan 14 pasien yang dinyatakan sembuh tersebut. Kasus ke-48 S (54) anak buah kapal (ABK) KM Fuen 07. Kasus ke-49 D (25) ABK KM Fuen 07. Kasus ke-52 RAS (39) warga RT 08, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah. Kasus ke-54 A (35) ABK KM Fuen 07. Kasus ke-55 AN (24) ABK KM Fuen 07.


Kemudian kasus ke-66 MWAN (4) warga RT 09, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah. Kasus ke-69 S (53) ABK KM Fuen 07. Kasus ke-70 MKS (39) ABK KM Fuen 07. Kasus ke-80 NO (31) warga RT 20, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Tarakan Barat.


Kasus ke-81 SA (44) penduduk luar Kota Tarakan. Kasus ke-82 S (30) warga RT 14, Kelurahan Kampung Satu/Skip, Tarakan Tengah. Kasus ke-83 NU (25) Kelurahan Karang Harapan. Kasus ke-84 AI (50) warga RT 12, Kelurahan Pantai Amal, Tarakan Timur. Serta kasus ke-87 SH (38) warga RT 09, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah.


“Sehingga jumlah pasien sembuh sebanyak 87 orang. Semua pasien Covid-19 di Tarakan dinyatakan sembuh,” lanjutnya.


Nol kasus terkonfirmasi, apakah Tarakan siap memasuki zona hijau? dr. Devi mengatakan penentuan zona berdasarkan kasus konfirmasi. Juga dengan melihat petunjuk teknis (juknis) dan keputusan menteri kesehatan (KMK). “Kemudian sesuai buku petunjuk teknis (juknis) dan revisi kelima dari Kemenkes itu ada standar. Bisakah kita mengendalikan penularan Covid-19, dilihat dari kriteria terebut,” jelasnya.


Namun dia mengatakan, meskipun Tarakan memasuki zona hijau nantinya, masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Sekarang ini masyarakat beradaptasi dengan kehidupan baru, seperti memakai masker, jaga jarak dan rutin mencuci tangan.


“Zona itu bisa berubah kalau ada yang terkonfirmasi lagi,” katanya.


Apalagi saat ini masih tercatat kasus suspek sebanyak 332 orang yang dipantau. Sedangkan kontak erat sebanyak 155 orang yang dipantau. Lanjutnya gugus tugas juga masih menunggu hasil pemeriksaan swab sebanyak 333 sampel yang belum didapatkan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.


“Tetap waspada, patuhi protokol kesehatan karena kasus suspek masih banyak dan tidak menunjukkan gejala,” imbaunya.


TETAP WASPADA


Kendati demikian, pengetatan pada jalur masuk Tarakan masih tetap dilakukan hingga akhir Juli 2020 ini.


Kepada Radar Tarakan, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes, mengatakan, kondisi saat ini harusnya membuat masyarakat menjadi semakin waspada.


Untuk itu, dalam hal ini pihaknya masih melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk Tarakan, namun dengan wacana perlonggaran jalur masuk yang akan dilakukan pada awal Agustus 2020 nanti. Terutama di bandara dan pelabuhan. “Setelah ini memang implementasinya di protokol kesehatan. Karena kalau protokol kesehatan dilakukan terus, maka masyarakat tidak perlu khawatir,” bebernya.


Selain itu, pihaknya juga akan menguatkan pada proses pemeriksaan PCR masif atau random sampling di kelompok risiko tinggi untuk memastikan penyebaran Covid-19 sudah selesai di Bumi Paguntaka. Pada isolasi sentral akan dialihkan pemerintah menjadi isolasi di rumah yang dilakukan secara mandiri.


“Tapi kalau yang diperusahaan-perusahaan, kami tetap anjurkan untuk melakukan isolasi tersentral di institusi masing-masing, misalnya di asrama atau hotel atau lakukan PCR test untuk memperbanyak pemeriksaan swab,” jelasnya.


Dengan status nol perawatan kasus Covid-19, Khairul menegaskan bahwa status zona bagi Tarakan merupakan ranah pusat. Namun, pada 21 Juni 2020 lalu Tarakan mendapat predikat zona hijau status dari pusat. Namun kembali menjadi kuning dan naik menjadi merah seiring bertambahnya perkembangan kasus.


“Biasanya pusat menilai dengan tes masif PCR itu. Apakah positif trennya rendah, karena tes masif kita sekarang ini sekitar 1.400 sampel PCR yang sudah diambil dan sudah keluar hasilnya sehingga sisa 180. Harapan kita kalau dilihat dari proporsional penduduk dengan jumlah PCR yang ada sebenarnya sudah memenuhi standar,” tuturnya.


Saat ini, jika masyarakat berstatus OTG maka tidak perlu dirawat, cukup melakukan isolasi mandiri, baik di rumah maupun di hotel sambil melakukan perbaikan gizi. Ini merupakan protokol terbaru dari pusat. “Jadi tunggu sajalah status hijau,” sambungnya.


Jika telah diyakini tidak adanya kasus transmisi lokal, maka pihaknya berencana untuk melakukan pelonggaran aktivitas di pintu masuk, seperti tidak adanya pemeriksaan screening di bandara.


Tak hanya itu, jika berzona hijau, maka pemerintah tinggal meminta surat persetujuan orang tua agar sekolah dapat kembali menjalankan belajar tatap muka. Hal ini dilakukan agar orang tua tidak menuntut pihak sekolah apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada siswa. “Kalau sudah zona hijau, ya kita minta surat persetujuan orang tua karena itu penting, biar enggak ada yang disalahkan,” pungkasnya.


 


Di Nunukan juga demikian, seluruh kasus konfirmasi Covid-19 sembuh ditangani Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan.


Meski berstatus kesembuhan 100 persen, Nunukan masih berada di zona kuning karena belum memenuhi syarat masuk zona hijau. Kendati begitu, proses transisi menuju zona hijau tinggal selangkah lagi. “Kami telah melaksanakan analisis risiko terutama zona wilayah di semua kecamatan sejak 18 Juli lalu. Saat ini Nunukan secara umum memang masih masuk dalam kategori zona kuning, namun dalam tahap memasuki transisi ke zona hijau,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono, Senin (20/7).


Dijelaskan Aris, dari 21 kecamatan yang ada, 20 kecamatan sudah dinyatakan masuk dalam kategori zona hijau. Memang masih menyisakan 1 kecamatan yang masih masuk dalam zona kuning yakni Kecamatan Nunukan sendiri. Kecamatan Nunukan disebut masih berstatus daerah berzona kuning, karena berkaitan dengan penemuan pasien terakhir NNK 44 yang ditemukan pada 17 Juli lalu.


Sementara syarat memasuki zona hijau, selain harus memenuhi 24 indikator penilaian Gugus Tugas Nunukan sendiri, juga harus memenuhi persyaratan antara lain angka kesembuhan sudah dinyatakan sembuh 100 persen, kemudian dalam waktu 4 pekan berturut-turut, tidak lagi dijumpai kasus konfirmasi positif yang baru.


Aris tentunya berharap di pekan ini, adalah pekan ke-4 dalam hitungan Gugus Tugas Nunukan, jika sampai dengan Sabtu (25/7) mendatang, tidak ditemukan lagi kasus konfirmasi positif, otomatis pekan depan, Nunukan sudah memasuki zona hijau. “Mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus konfirmasi positif lagi di Nunukan, jadi Nunukan bisa masuk zona hijau,” jelas Aris.


Di sisi lain, untuk pasien terakhir yang sembuh yakni pasien NNK 38. Sejak Senin (20/7), pasein telah dinyatakan selesai menjalani isolasi mandiri dan dinyatakan sembuh dari hasil spesimen 2 kali negatif. Dengan dinyatakannya sembuh pasien terakhir tersebut, Nunukan pun dinyatakan 100 persen kesembuhan pasien konfirmasi positifnya.  “Alhamdulillah, dari total 44 pasien terkonfirmasi sebelumnya, semuanya sudah sembuh,” tambah Aris.


Sejauh ini, Gugus Tugas Nunukan masih merawat 3 orang pasien kasus suspek. Satu di antaranya telah diambil spesimen untuk sampel diagnosa. Sisanya segera dijadwalkan pengambilan spesimen. Untuk kasus lainnya seperti probable dan kontak erat, sudah tidak ditemukan lagi. (*/one/shy/raw/lim)


 

Editor : Muhammad Erwinsyah