TARAKAN — Hujan yang mengguyur Tarakan sejak Sabtu (11/1) hingga kemarin (12/1) menyebabkan terjadinya longsor pada jalan umum yang berada di RT 4, Kelurahan Mamburungan, Tarakan Timur. Akibatnya, jalan tidak dapat dilalui kendaraan.
Salah seorang saksi mata, Warga RT 4, Kelurahan Mamburungan Judari (51) mengungkapkan longsor pada jalan tersebut, terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Awalnya, sang istri mendengar ada suara keras seperti patahan kemudian, mereka keluar rumah untuk melihat. Ternyata, badan jalan yang tepat berada di depan rumah mengalami longsor.
“Rusaknya memang sudah lama, namun retak-retak kecil. Karena terjadi hujan lebat sehingga jalanya rusak parah seperti ini,” jelasnya.
Saat kejadian tidak ada warga yang melintas, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, jalan tersebut tidak dapat difungsikan sementara waktu mengingat kerusakan parah. Warga yang biasa melintasi kawasan tersebut, harus mencari jalan alternatif lain agar dapat beraktivitas. "Ditutup dari pagi. Takutnya ada longsor susulan. Untuk sementara orang lewat jalan lain, kalau mau ke kota," tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT 04, Herman menjelaskan tanda kerusakan sudah terlihat sekitar 2 tahun lalu. Menurutnya kerusakan jalan terjadi sejak adanya pengerjaan pipa bawah tanah. Diduga tidak mendapat ditimbun secara maksimal, sehingga terjadinya keretakan pada jalan karena masuknya air saat hujan.
"Sekitar 2018, awal rusaknya jalan ini dulu ada pengalian pipa, tapi ditutup ditimbun begitu saja. Jadi mungkin karena ditimbun tidak rapat akhirnya air. Lama-lama aspal jalan ini retak-retak,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Ir. Kajat Prasetio menerangkan pihaknya telah meninjau lokasi tidak lama setelah kejadian. Ia memastikan tidak ada korban jika dalam peristiwa tersebut.
"Kami sudah memantau lokasi tadi pagi dan mengimbau kepada warga agar tidak menggunakan jalan itu sementara waktu. Karena dikhawatirkan jalan ini akan kembali longsor, karena masih ada kerusakan pada aspal," ungkapnya.
Meski demikian, ia mengaku telah berkoordinasi kepada dinas terkait agar segera melakukan perbaikan secepatnya dan menutup sumber yang membuat potensi terjadinya longsor.
"Kami sudah berkoordinasi untuk membahas ini. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan jalan ini sementara waktu demi keselamatan,"pungkasnya.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan Abdul Rohim menerangkan, saat ini pihaknya hanya menunggu kepastian bantuan perusahaan setempat untuk memperbaiki jalan tersebut. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan anggaran.
"Sejauh ini belum ada rencana untuk perbaikan di sana, karena kami punya beberapa rencana prioritas yang belum dikerjakan beberapa tahun lalu. Tapi kami tetap akan mengupayakan agar dilakukan perbaikan," tuturnya.
Selain memiliki keterbatasan anggaran, ia menerangkan saat ini banyaknya program kerja yang juga membutuhkan perbaikan. Sehingga pihaknya tidak dapat menjamin seluruh titik jalan mendapat perbaikan pada tahun ini.
"Memang ada beberapa titik jalan yang juga membutuhkan perbaikan sehingga kita tidak menjamin semua jalan mendapatkan penangganan tahun ini. Bahkan ada jalan yang bertahun-tahun belum diperbaiki juga. Jadi kami masih melihat kawasan mana saja yang padat dilintasi kendaraan, itu yang menjadi prioritas kita. Tapi bukan berarti yang tidak padat dilewati kendaraan akan diabaikan. Pasti diupayakan juga," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebagai upaya percepatan perbaikan pihaknya akan mencoba melakukan koordinasi kepada perusahaan di sekitar lokasi tersebut. Ia berharap, dengan keberadaan perusahaan di sekitar lokasi, dapat memberikan sumbangsi bagi perbaikan jalan.
"Nanti kami coba berkoordinasi kepada perusahaan yang ada kegiatannya di sana. Kami berharap pihak perusahaan sedikit bisa memberikan solusi,"pungkasnya. (*/zac/nri)
Editor : Azwar Halim