Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Drainase Tertutup Tanaman Liar

Azwar Halim • Senin, 5 Agustus 2019 | 09:20 WIB
drainase-tertutup-tanaman-liar
drainase-tertutup-tanaman-liar

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap yang terlihat pada drainase RT 07 Kelurahan Gunung Lingkas Kecamatan Tarakan Timur. Hal itu dikarenakan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut dan mengakibatkan air pada drainase kerap mengalami penyumbatan. 


Doni (25) warga sekitar menerangkan banyaknya tumbuhan liar yang memenuhi drainase tersebut telah terjadi sejak 1 tahun terakhir. Karena tumbuhan liar itulah,wilayah tersebut kerap mengalami banjir saat terjadi hujan lebat. 


"Ini sudah lama sekali tidak pernah dibersihkan. Kayaknya drainase ini sudah tidak bisa dilewati air lagi saking penuhnya tanaman," ujarnya, kemarin (3/8). 


Menurutnya, sebenarnya masalah tersebut bisa diatasi jika warga setempat mau bersama-sama melakukan kerja bakti.  Hanya saja, menurutnya tidak semua orang bersedia bersedia turut serja melakukan kerja bakti.


"Bisa saja sebenarnya. Waktu itu bu RT mau ajak kerja bakti tapi karena mungkin tidak ada respons dari warga dekat sini kurang peduli akhirnya tidak jadi," tuturnya.


Sementara itu, Rahmawati Ketua RT 07 mengaku sering memperingatkan warga setempat terkait hal tersebut. Hanya saja, kurangnya kepedulian warga setempat sehingga sebagian besar enggan terlihat dalam perencanaan kerja bakti.


"Sering saya peringatkan warga tentang drainase itu. Beberapa kali saya ajak kerja bakti tapi tidak ada respons sama sekali," tuturnya.


Karena banyaknya tanaman liar yang memenuhi drainase, sehinga drainase tersebut kerap menjadi sarang ular dan sejenis hewan lainnya. Sehingga hal tersebut cukup meresahkan masyarakat. 


"Kadang orang liat ular keluar dari paret itu menyebrang jalan. Jadi makanya orang takut kalau jalan kaki, takutnya keluar ular," tuturnya.


Karena semakin parahnya kondisi drainase, ia berharap warga sekitar dapat peka dengan keadaan tersebut. Karena menurutnya, jika terjadi sesuatu karena dampak tersebut, warga setempatlah yang menjadi korbannya langsung.


"Yang jelas saya sudah pernah mengajak membersihkan, jadi warga saja kalau tidak punya waktu. Nanti kalau ada apa-apa jangan mengeluh," pungkasnya.  (*/zac/udn)

Editor : Azwar Halim