Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pertamini Terbakar, Api Menyambar Saat Isi Tangki

Muhammad Erwinsyah • Senin, 29 Juli 2019 | 10:29 WIB
pertamini-terbakar-api-menyambar-saat-isi-tangki
pertamini-terbakar-api-menyambar-saat-isi-tangki

TARAKAN – Dengan perasaan panik, kedua mata Yusmaliansyah (43) terbelalak menyaksikan api merambat di atas permukaan air drainase. Tepat di samping usaha bahan bakar minyak (BBM) eceran yang terbakar, di simpang Jalan P. Diponegoro – Jalan K.H. Agus Salim, RT 22, Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, Sabtu (27/7) sekira pukul 10.30 WITA.


Api terus menyebar ke sisi kiri kanan hingga belakang usaha yang juga dikenal dengan sebutan pertamini atau pom bensin mini.


Yusmaliansyah melihat api muncul saat sang pengelola usaha mengisi drum yang dijadikan tangki mesin dispenser dengan BBM dari sebuah jeriken. Mesin dispenser menyatu dengan tangki. Yang mengejutkan, selang yang digunakan memindahkan BBM tersebut mengalami kebocoran. Entah dari mana timbul percikan api menyambar bensin.


“Pertama penjual bensin itu isi bensin di mesinnya, tapi pas kira-kira baru mengisi 2 menit, selangnya bocor dan muncul api. Api langsung menyambar dan orangnya pun panik. Jadi tidak sempat mencari air, mesinnya langsung terbakar,” ujar Yusmaliansyah kepada Radar Tarakan di sekitar lokasi kejadian.


Api kemudian menjalar dengan cepat. Sebuah gerobak kayu yang berjarak sekira 5 meter dari mesin BBM pun terbakar. Api tak terkendali, hingga menghanguskan material yang mudah terbakar di sekitar mesin. Kemudian menyembur ke sisi bangunan. “Menyala di atas parit. Apinya itu jalan mengikuti aliran air dan membakar gerobak kayu yang ada di atas parit,” tukasnya.


Diketahui, pom mini tersebut sama sekali tidak memiliki standar pengamanan. Saat api membesar pemilik pom mini tidak dapat berbuat banyak. Meski demikian, sang pemilik selamat dari kejadian tersebut. “Tidak bisa buat apa-apa,” tuturnya.


Sementara Hadijah (38), saksi lain menuturkan jika api bukan berasal dari tempat pengisian bahan bakar tersebut. Melainkan dari dalam gedung yang juga merupakan tempat pembuatan gipsum untuk material bangunan.


Sekira 10 meter dari warung miliknya, ia mendengar kejadian diawali dengan bunyi ledakan. “Awalnya ada ledakan, saya pikir dari pertamini itu, saat itu tidak ada proses pengisian. Sepi. Saya dengar ledakan dari dalam rumah itu saya kaget, berselang itu langsung ada muncul api kecil awalnya,” beber Hadijah.


Diketahui saat melihat ledakan berserta api tersebut, Hadijah lalu mengamankan tabung LPG serta mencari pertolongan kepada beberapa orang yang melintas di kawasan tersebut. “Ya saya di situ panik, saya langsung amankan tabung gas saya, karena lokasinya berhadapan dengan tempat jualan. Awal api itu kecil, karena angin saat itu cukup kencang api langsung merembet ke mana-mana. Termasuk pertamini dan membesar. Saat itu semua sudah panik,” kata Hadijah lagi.


Saksi lain, yang juga pedagang yang dekat dengan lokasi kejadian yakni Febry (16) mengatakan saat berjualan ia mendengar ledakan. “Memang awalnya itu ada ledakan, cuma saya di situ tidak terlalu fokus ke situ. Tiba-tiba kakak saya teriak karena ada orang yang mendekat di pertamini. Ternyata sudah ada api karena saat ada teriakan dari orang yang mendekat di pertamini itu saya langsung ke sana, pas saya perhatikan sudah ada api kecil dari bawah pertamini. Sontak saya langsung mengamankan jualan saya,” tambahnya.


Kepala Seksi (Kasi) Damkar pada PMK Tarakan Sem Rura mengungkapkan, dalam penanganan tersebut pihaknya mengerahkan sedikitnya, 8 unit kendaraan yang terdiri atas 3 mobil fire dan 5 unit mobil suplai. Meski demikian, pihaknya juga berterima kasih karena adanya bantuan penanganan dari instansi terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam, dan Pertamina.


“Kami dapat informasi sekira pukul 10.40 WITA dari masyarakat. Kami menurunkan sekitar 40 personel dengan kendaraan 3 mobil fire dan 5 mobil suplai. Kami juga dibantu dengan Pertamina 1 fire,  PDAM 3 mobil suplai. BPBD 1 mobil suplai dan ada juga tadi masyarakat membantu dengan membawa mobil tangki air,” tukasnya.


Dalam proses pemadaman, sempat terkendala karena padatnya arus lalu lintas. Selain itu, banyak warga yang menyaksikan kebakaran membuat petugas PMK tidak leluasa dalam bergerak melakukan pemadaman.


“Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 1 jam setengah. Kendalanya ada karena kebakarannya di jam-jam padat lalu lintas, sehingga kami sulit menjangkau lokasi dengan waktu maksimal. Dan juga begitu tiba di lokasi petugas kami sulit bermanuver kendaraan karena banyaknya masyarakat yang menonton kebakaran. Mungkin hanya itu kendalanya,” tuturnya.


Sementara itu, Albert (40) salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran, mengaku tidak dapat menyelamatkan banyak harta bendanya. Api begitu cepat. “Cuma bisa menyelamatkan benda yang bisa diselamatkan saja. Seperti TV, panci dan beberapa pakaian. Kalau benda yang besar-besar sudah tidak sempat karena apinya sangat cepat menyebar,” tuturnya.


Ia mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. “Kerugian yang saya alami kalau dihitung sampai ratusan juta. Untuk sementara mungkin kami menumpang di rumah saudara atau mungkin kalau ada bantuan kami  mengontrak rumah saja,” pungkasnya.


Seorang korban lain jatuh pingsan saat kejadian dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. Diketahui korban bernama Rita (60).


Keponakan korban, Jenny (30) mengatakan 3 dari 5 rumah yang terbakar merupakan kediaman keluarganya. “Itu rumah kan bersusun, yaitu rumah anaknya, rumah tanteku (Rita) dan rumah anaknya lagi. Jadi 3 rumah yang terbakar itu berkeluarga semua. 2 rumah anaknya dan rumah tanteku yang pingsan,” terangnya saat ditemui di RSUD Tarakan.


Rita memiliki riwayat sesak napas yang sudah lama diderita. Kemungkinan karena kaget, akhirnya jatuh pingsan.


“Dia memang punya riwayat sesak napas. Mungkin kaget, dan jantung juga jadi pingsan makanya langsung dibawa ke rumah sakit. Sudah tua juga, bisa dibilang lansia (lanjut usia). Tapi sudah ditangani, masih pakai alat pernapasan,” jelasnya.


Saat ditangani, Rita perlahan sadarkan diri. Pukul 16.20 WITA, saat Radar Tarakan mengonfirmasi perkembangan kesehatannya, Rita sudah diizinkan pulang oleh pihak RSUD Tarakan.


“Tante sudah baikan, tadi diizinkan pulang ,” katanya memberi kabar via telepon. (*/zac/*/one/puu/lim)


 

Editor : Muhammad Erwinsyah