Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Meriahkan Pawai Pembangunan dengan Kostum Raksasa Unik

Azwar Halim • Jumat, 26 Juli 2019 | 10:40 WIB
meriahkan-pawai-pembangunan-dengan-kostum-raksasa-unik
meriahkan-pawai-pembangunan-dengan-kostum-raksasa-unik

TARAKAN – Persiapan-persiapan peserta yang ikut berpartisipasi tampaknya mulai unjuk gigi. Satu per satu tim yang dipantau Radar Tarakan, mulai memperlihatkan karya seninya untuk ditampilkan saat pawai pembangunan 18 Agustus nantinya.


Tak hanya persiapan marching band. Juga kostum yang akan ditampilkan, siap mewarnai kemeriahan pawai pembangunan. Seperti dari art fashion community (AFC) ini.


Pria yang akrab disapa Cak To ini mengatakan, sebenarnya AFClebih cenderung kepada kostum karnaval. Di tahun 2015, ia pernah meraih kategori kostum terbaik Jember Fashion Carnaval, yang didesainnya.


Namun mengingat pawai pembangunan yang digelar pada Minggu, 18 Agustus mendatang, dengan tema kerja bersama, bangun bersama, ia bersama tim pun menyesuaikan konsep kostumnya.


Sedikit bocoran mengenai konsep yang dipersiapkannya. Timnya akan mengangkat kostum dari daerah-daerah yang ada, misalnya Kalimantan. Melalui penampilan ini, timnya ingin menggambarkan kesatuan. Sekaligus memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74 tahun.


“Sebenarnya surprsie ya. Tapi kita temanya ingin menggambarkan kesatuan, nanti ada lambang Indonesia juga,” terangnya yang juga merupakan seorang desainer.


Rencananya dalam timnya beranggotakan 5 orang hingga 10 orang, yang masing-masing mengenakan kostum dengan ukuran fantastis. Ya, lebar sayapnya saja 3 meter. Berat kostumnya bisa mencapai 25 kilogram hingga 30 kilogram. Sejauh ini, persiapan kostumnya sudah sekitar 30 persen yang terselesaikan.


“Kostumnya kita sudah mulai desain, bikinnya agak banyak jadi butuh waktu. Nanti semuanya pakai kostum yang besar-besar,” bebernya.


Selain memperlihatkan kostum rancangannya, sekaligus menampilkan tarian budaya asal daerah sesuai dengan kostum yang dikenakan. Sebagai bentuk persatuan dan kesatuan yang ada di Kalimantan Utara.


“Kita kan ada kostum Kalimantan, dan biasanya identik dengan tarian Dayak. Jadi nanti kita ada tariannya juga sesuai baju itu. Kalau daerah lainnya, kita ambil dari daerah itu juga,” katanya.


Ia mengaku cukup antusias dengan adanya pawai pembangunan ini. Besar harapannya pawai pembangunan dapat digelar setiap tahunnya. Tak hanya pawai, ia pun berharap pemerintah dapat memfasilitasi untuk komunitasnya sesekali menampilkan karya art fashion comunity.


“Maunya pawai pembangunan diadakan setiap tahun. Khususnya untuk kami juga yang terjun di dalam seni. Karena kalau pawai kan semuanya ada, mulai dari mobil hias dan baju adat. Mungkin bisa dibuat khusus untuk memperagakan kostum seperti AFC ini. AFC ini memang dari cak to galery, maunya komunitas ini se-Kaltara,” harapnya.


Nah, tersisa 23 hari lagi menuju pawai pembangunan dengan tema kerja bersama, bangun bersama. Pastikan tim Anda sudah sepakat dengan konsep yang akan ditampilkan, dan mulai mempersiapkannya.


Kategori yang dapat ditampilkan adalah kelompok SD/MI, SMP/MTS. Kelompok SMA/SMK/MA, mahasiswa dan umum. Kelompok sepeda hias, kelompok motor hias, kelompok mobil hias, serta kelompok drum band.


Pendaftaran mulai dibuka per 1 Agustus, di Gedung Silver Radar Tarakan, yang beralamatkan di Jalan Mulawarman, tidak dipungut biaya alias gratis. (*/one/lim)

Editor : Azwar Halim