TARAKAN - Hingga saat ini pengerjaan Jalan Intraca Gunung, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara belum dilanjutkan. Pengerjaan tahap pertama telah selesai, menyentuh separuh panjang jalan saja. Sehingga jalan menuju permukiman, masih berbentuk tanah berlumpur.
Sonie Marthen Siwu, ketua RT 12 mengungkapkan kerusakan jalan cukup parah sudah dirasakan warga sejak belasan tahun terakhir. Tahun lalu warga berharap karena adanya pengerjaan jalan, namun terhenti pada tahap pengerasan saja.
“Kalau kondisi jalan begini warga sudah mengalamimya sudah lama pas dari pertama kali tinggal di sini. Karena jalan ini sudah ada saat masih aktifnya perusahaan PT Suwaran (perusahaan kayu). Tapi tahun 2018 kemarin kami sempat punya harapan karena jalan ini dibangun. Ternyata, baru setengah jalan koral ditaruh, pengerjaan sudah berhenti “ tuturnya, kemarin (4/7).
Ia menerangkan, sedikitnya terdapat 100 keluarga yang menggunakan jalan tersebut dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Meski menyadari pembangunan tidak mudah, namun ia sangat berharap jalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah.
“Di sini cuma 1 RT ini yang warganya sekitar 100 keluarga. Sebagian warga memang sudah lama tinggal di sini. Sebagian juga merupakan eks karyawan PT Suwaran Jaya yang dari dulu membangun rumah. Tiap hari begitulah kondisinya,” tukasnya.
Jalan Intraca Gunung memiliki panjang sekitar 3 km dengan lebar sekitar 7 meter. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Mohdi mengungkapkan dari panjang 3 km, bagian yang dikerjakan baru 2 km.
“Sebenarnya ini proyek pengerjaan provinsi kami hanya sebatas koordinasi saja. Jadi untuk perkembangannya kami belum mendapatkan informasi cukup. Yang jelas, kalau ada lanjutan pengerjaan pihak provinsi melakukan konfirmasi kepada kami, namun sejak selesainya tahap pertama, sejauh ini belum ada konfirmasi kepada kami. Jalan ini memiliki panjang 3 km menuju ke laut dan memiliki lebar sekitar 7 meter,” tuturnya
Ia menjelaskan, jalan tersebut nantinya merupakan akses menuju jembatan Bulungan-Tarakan (Bulan) yang digunakan masyarakat. “Jalan itu yang direncanakan menjadi jalan menuju Jembatan Bulan. Sebagai badan yang tidak menangani langsung pengerjaan, kami melihat pengerjaan jalan itu memerlukan waktu cukup lama. Karena selain terbatasnya anggaran, progres pembangunan jembatan bulan saat ini menunggu lanjutan,” pungkasnya. (*/zac/lim)