Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pompa Distribusi PDAM Sempat Tenggelam

Azwar Halim • Kamis, 20 Juni 2019 | 14:28 WIB
pompa-distribusi-pdam-sempat-tenggelam
pompa-distribusi-pdam-sempat-tenggelam

TARAKAN - Air PDAM yang sempat berhenti mengalir hampir dua hari di kawasan Karang Anyar, Tarakan Barat membuat warga panik. Pasalnya, kebutuhan air mereka tersendat. Lantas apakah penyebab air PDAM berhenti mengalir?


Kepada Radar Tarakan, Andin (20), warga Karang Anyar mengatakan bahwa dirinya resah lantaran air PDAM yang tak kunjung mengalir. Padahal saat itu dirinya sedang mencuci pakaian yang dipakai berkuliah. “Ya sempat gelisah juga, kenapa nggak jalan (air mengalir), padahal waktu itu saya mau mencuci baju kuliah,” tutur wanita berhijab ini.


Selang dua hari berikutnya, air PDAM kembali normal. Hanya ia menyesalkan lantaran kondisi air PDAM yang sedikit keruh, sehingga membuatnya tidak dapat mencuci pakaian lebih dulu. Kendati demikian, Andin berterimakasih sebab aliran air hingga kini bisa berjalan normal.


“Kalau keruh menurut saya bukan masalah, karena kami punya alat penyaring air yang bisa buat air jadi bening. Tapi yang lain ya pasti risi dong,” singkatnya.


Menanggapi hal tersebut, Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan Sudarto mengatakan bahwa dirinya terus bekerja, bahkan terkadang harus bekerja selama 24 jam karena gangguan pada pompa distribusi.


Sudarto menjelaskan bahwa fungsi utama pompa distribusi ialah untuk mendistribusikan air kepada setiap pelanggan. Untuk diketahui, dua pompa distribusi yang tenggelam tersebut memiliki kapasitas distribusi mencapai 120 liter per detik. “Karena tenggelam, maka dinamo perlu dikeringkan, biasanya sampai 1 minggu. Tapi karena kami sudah berpengalaman dan memiliki teknologi yang ada, maka kami bisa cepat melakukan proses pengeringan,” katanya.


Penyebab tenggelamnya pompa distribusi ini, reservoir tidak berfungsi sehingga alat menjadi cepat meluap. Hal tersebut dikarenakan terjadi overload di sistem PDAM dengan kecepatan 300 kilo kubik per jam secara tiba-tiba.


Kasus tersebut terjadi pada Senin 17 Juni 2019 pukul 02.35 WITA, kemudian dieksekusi pihaknya yakni dengan membongkar mesin, kemudian melalui proses pengeringan dinamo sehingga saat 18 Juni 2019 pukul 15.30 WITA aliran PDAM kembali mengalir.


“Kejadian ini satu setengah hari, jumlah pelanggan PDAM di Karang Anyar mencapai 4.000-an konsumen. Tapi semuanya sudah normal,” ucapnya.


Namun, setelah air mengalir, justru masyarakat mengeluhkan karena air yang mengalir tidak jernih. Sudarto menjelaskan hal tersebut terjadi dikarenakan proses pemadaman yang menyebabkan pipa menjadi kosong, sehingga teraliri oleh arus tinggi sehingga kerak dalam pipa menjadi terikut.


“Tapi itu sifatnya sementara saja, itu karena pipa kosong. Sebanyak apa pun air, kalau ada kotoran sedikit, pasti mengubah kualitas. Makanya kami sampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan PDAM yang sempat kesulitan akan kejadian ini,” imbuhnya. (shy/lim)


 

Editor : Azwar Halim