TARAKAN - Tidak difungsikannya pos kamling dalam waktu 2 tahun terakhir membuat pos kamling terbengkalai. Terlihat beberapa stiker caleg menghiasi dinding pos kamling RT 24 Kelurahan Pamusian ini. Selain stiker caleg, kaca dan pintu pos kamling juga terlihat pecah.
Saat dikonfirmasi, Rizal ketua RT setempat menerangkan saat ini pihaknya berencana mengaktifkan kegiatan siskamling kembali. Hal tersebut dikarenakan, saat ini kondisi keamanan di wilayah tersebut semakin rawan aksi pencurian.
"Rencananya kita ini mau aktifkan kembali pos kamling ini. Karena kondisi keamanan di kawasan ini cukup mengkhawatirkan sehingga kami merasa perlu hadirnya kembali pos kamling," tuturnya kemarin, (9/5).
Banyaknya warga asing yang mencurigakan membuat masarakat cukup resah. Pasalnya beberapa kali warga menggagalkan percobaan kejahatan yang dilakukan orang tidak dikena dalam setahun terakhir. “2018 ini ada beberapa percobaan aksi kriminal digagalkan warga seperti percobaan pencabulan anak di bawah umur, pencurian sepeda motor dan percobaan aksi maling jemuran. Tidak terjadi di siang hari, dan yang kami takutkan kalau di malam hari makanya kami di sini cukup khawatir," tuturnya.
Karena tidak satu pun pelaku percobaan aksi kriminal yang tertangkap, sehingga warga menjadi semakin resah dan menganggap kawasan tersebut telah menjadi incaran beberapa oknum untuk melakukan kejahatan.
"Memang beberapa kali pelakunya sempat melarikan diri. Kami pikir itu semakin bahaya mungkin besok atau malam mereka bisa kembali. Jadi kalau ada kegiatan siskamling, mungkin RT kami warga bisa sedikit tenang," ujarnya.
Ia melanjutkan, ia dan warga secepatnya melakukan musyawarah untuk membahas hal tersebut. Menurutnya, jika banyak warga yang tidak bersedia untuk berjaga, maka selaku RT ia tidak bisa berbuat banyak. Hal itu dikarenakan, sulitnya mengumpulkan iuran keamanan untuk membayar petugas keamanan. Lanjutnya, jika warga tidak memiliki rasa kepedulian yang besar, berarti warga harus siap menanggup kosekuensinya sendiri.
"Rencananya saya mau kumpulkan warga membahas ini. Dulu pernah dilakukan pembahasan tapi warga maunya pakai petugas. Tapi setelah ada orang yang mau jadi petugas kumpulkan iurannya yang macet jadi siskamlingnya disetop. Kalau memang warga tidak ada yang bersedia jaga bergantian mau bagaimana lagi. Berarti siap menjaga rumah masing-masing," tuturnya.
Ia berharap dengan musyawarah tersebut, kegiatan siskamling dapat berjalan kembali. Sehingga dengan kegiatan tersebut, masyarakat bisa sedikit merasa aman. Serta aksi kejahatan tidak terjadi kembali. "Mudah-mudahan musyawarah nanti warga bersedia diadakannya kembali siskamling seperti dulu. Agar kawasan ini menjadi aman dan tidak ada lagi aksi kejahatan," pungkasnya. (*/zac/udn)
Editor : Azwar Halim