Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ketat untuk DPR RI Wakil Kaltara

Muhammad Erwinsyah • Sabtu, 27 April 2019 | 11:57 WIB
ketat-untuk-dpr-ri-wakil-kaltara
ketat-untuk-dpr-ri-wakil-kaltara

TARAKAN – Rekapitulasi Kecamatan Tarakan Tengah sudah selesai. Dari hasil penghitungan persaingan ketat terlihat pada perebutan kursi wakil Kaltara di Senayan.


Dari hasil pleno Kecamatan Tarakan Tengah, untuk calon legislatif DPR-RI, dr. Ari Yusnita dari Partai Nasdem berhasil meraih 5.656 suara. Sekaligus menjadi suara tertinggi di wilayah Tarakan Tengah. Lalu disusul caleg dari PKB, H. Surya Maulana yang meraih 2.900 suara.


Sedangkan dari Partai Demokrat Hasan Saleh 2.224 suara, lalu di posisi selanjutnya dari PDIP Deddy Yevri Sitorus meraih 2.202 dan caleg dari Partai Nasdem Arkanata Akram sebesar 2.175 suara.


Menanggapi hal tersebut, Caleg DPR RI H. Surya Maulana mengungkapkan rasa syukur bisa meraih suara dengan angka yang cukup signifikan. Meski terbilang pendatang baru, Surya sapaan akrabnya optimis bisa meraih satu kursi di Senayan sebagai wakil dari Kalimantan Utara (Kaltara).


Alhamdulillah, kami patut bersyukur dengan bisa mendulang suara di Kecamatan Tarakan Tengah. Ini hasil dari kerja tim kami yang harus diapresiasi,” tutur Surya.


Melihat hasil penghitungan suara di beberapa daerah, Surya optimistis melenggang sebagai legislator pusat. Kendati begitu pihaknya masih menunggu hasil penghitungan suara dari kecamatan lain di Tarakan.


“Alhamdulillah, untuk beberapa daerah yang sudah ada hasil penghitungan seperti Bulungan dan KTT, suara kami juga cukup signifikan,” jelasnya.


Namun tak dipungkiri, suara PKB cukup berdekatan dengan suara dari Partai Demokrat. “Yang jelas, kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah menyalurkan hak pilihnya dan memberikan suaranya untuk saya,” jelas Surya.


 


Sementara itu, Ketua Panitia Perhitungan Kecamatan (PPK) Tarakan Tengah mengungkapkan, dengan tuntasnya perhitungan ini diharapkan dapat memuaskan hati semua masyarakat. Meski sempat diwarnai protes, namun dengan kendala tersebut dapat terselesaikan.

"Alhamdulillah untuk proses rekapitulasi tingkat kelurahan dan kecamatan berjalan lancar. Meskipun ada sedikit protes dari saksi, tapi dapat terselesaikan,” jelas ayah satu anak ini.

Dengan adanya protes dari saksi partai beberapa hari lalu, disebabkan terdapat kekeliruan pada rekapan C1 pleno. Meski demikian, pihaknya dapat menyelesaikan masalah tersebut melalui mekanisme yang ada 

"Adanya perbedaan data misalnya, kita merujuk pada C1 plano. C1 Plano adalah yang dipapan besar hasil perhitungan pada hari H. Itu yang menjadi rujukan. Jadi semua persoalan TPS, yang kemudian C1 diterima saksi dan naik ke kecamatan terjadi perbedaan, maka kita berpatok pada C1. Nah bagaimana misalnya kalau ada data yang keliru, setelah buka C1 plano. Ada alternatif terakhir yaitu, kita lakukan perhitungan suara ulang. Dan perhitungan ulang inilah yang menjadi alternatif terakhir secara mekanisme," ujarnya, kemarin (26/4).


Karena kendala itu pula, yang membuat beberapa TPS di Tarakan Tengah digelar kembali penghitungan ulang yang berakhir kemarin. Di mana hasil penghitungan ulang tersebut, cukup diterima masyarakat.

"Ada beberapa seperti di Kampung Satu TPS 24, jadi semua tingkatan itu dilakukan perhitungan ulang. Karena memang ada kekeliruan dalam melakukan penghitungan. Entah mungkin KPPS-nya dalam kondisi lelah atau faktor lain. Selain itu di Selumit Pantai ada dan Pamusian juga ada. Jadi ada 3 kelurahan itu yang sempat dilakukan perhitungan ulang," tuturnya.

Meski telah mengeluarkan hasil pemilu pada wilayah Kecamatan Tarakan Tengah, namun pihaknya tidak bisa memberi rangking pada hasil suara. Hal tersebut dikarenakan pihaknya hanya memiliki wewenang untuk menjumlahkan hasil saja. Namun, untuk perengkingan sendiri menurutnya hal tersebut merupakan wewenag Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

"Alhamdulillah dari kita melakukan perhitungan dari tingkatan presiden semua saksi menerima. Kalau untuk pemenang kita belum bisa pastikan karena tadi kita hanya bacakan hasil akhir bukan perengkingan. Jadi kalau sudah ada hasil perengkingan yang keluar itu sah-sah saja karena kami sudah mengumumkan hasil. Tapi dari kami sendiri belum melakukan perengkingan itu," jelasnya.


 


PKS KECEWA PEROLEHAN SUARA DI LUAR PREDIKSI


Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  sedikit kecewa atas perolehan suara sementara Pemilu serentak 17 April lalu. Bagaimana tidak, partai berlambang Bulan Sabit ini hanya bisa meraih dua dari tiga kursi yang ditargetkan di DPRD Tarakan.


Sekretaris Umum DPW PKS Kaltara, Syamsuddin Arfah mengatakan, kursi yang hilang itu berasal dari daerah pemilihan (dapil) Tarakan Barat. Sehingga hanya Tarakan Timur dan Tarakan Tengah yang diprediksi dapat menyumbangkan masing-masing satu kursi.


“Awalnya kami jagokan tengah, timur kemudian barat, kemudian di akhir perjalanan di barat ada masalah yang hingga akhirnya target itu tidak tercapai," kata Syamsuddin.


Dijelaskan Syamsuddin, PKS mengubah strategi khusus, bagian barat mengandalkan kekuatan personel caleg. Melihat kelemahannya PKS langsung mengubah dengan kekuatan tim, tetapi kekuatan tim itu tidak efektif dengan permainan terakhir sehingga secara kolektif PKS tidak terlalu efektif.


“Selisih suara tidak jauh, itu yang membuat kita hilang kursi di barat. Tapi di barat target ketiga kita, keempat itu memang di utara kita lihat di personal,” jelasnya.


Meski demikian, perolehan kursi di dewan Tarakan melalui Pemilu 2019 terjadi peningkatan dari 2014 lalu.  Jika sebelumnya hanya mendapat satu kursi, maka di tahun ini dipastikan dapat dua kursi.


Sementara, untuk kursi di DPRD Provinsi Kaltara, ia memastikan mendapatkan satu kursi dengan perolehan suara melebihi sembilan ribu.  “Kami lagi menghitung di DPR RI, perhitungan kami ditabulasi Kaltara itu sekitar di angka 20 ribuan.


Anggota DPRD Tarakan tiga periode ini juga menuturkan, kursi di DPR RI dari Kaltara bukan masuk pada target PKS. Namun, bila dapat kursi maka bonus bagi PKS dari Kaltara.


“Meski DPR RI dari Kaltara tidak masuk target tapi masuk bonus bagi kami pencapaian itu, bedanya tipis sekali dengan partai lain, angkanya menggigit sekali,” pungkasnya. (*/zac/sur/nri)

Editor : Muhammad Erwinsyah