TARAKAN – Lelah menggunakan jalan rusak yang sudah bertahun-tahun, warga di RT 8 Kelurahan Gunung Lingkas secara swadaya melakukan kerja bakti untuk memperbaiki pada Minggu (7/4).
"Dana swadaya ini dikumpulkannya spontan saja. Nominalnya tidak kita tentukan memang sukarela dari warga. Dari pengertian warga saja. Karena di Musrenbang saya selalu ajukan tapi kadang-kadang dilema juga pengajuan tidak digubris. Kebetulan warga ada inisiatif mau swadaya. Akhirnya kita kerjain sendiri," ujar Slamet, Ketua RT 8 Kelurahan Gunung Lingkas.
Ia menerangkan, sebelumnya kondisi jalan mengalami kerusakan hingga berlubang-lubang. Karena kondisi tersebut warga merasa kesulitan menggunakan jalan. Meski demikian, ia mengaku tidak ada korban yang terjadi selama menggunakan jalan rusak tersebut.
"Kondisi jalannya sudah berlubang-lubang, yah kalau untuk dilewati masih bisa lah. Daripada kondisi jalannya semakin parah dan tidak ada bantuan juga, akhirnya kami swadaya," terangnya.
Dikatakannya, pengumpulan swadaya dilakukan secara sukarela. Ia bersyukur, warga memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap perbaikan jalan tersebut. Selain itu, ia mengaku warganya cukup antusias dalam memberikan sumbangan demi kepentingan bersama.
"Swadayanya sukarela totalnya sekitar Rp 5 juta. Sebagian juga ada yang langsung menyumbang dengan membelikan material seperti semen dan kerikil," ucapnya.
Selain itu, ia menerangkan jika swadaya tersebut sama sekali tidak terpengaruh adanya unsur politik. Sehingga ia menjamin dalam biaya perbaikan jalan tersebut, murni 100 persen hasil swadaya warga.
"Ini murni swadaya sendiri. Kita tidak mau menggunakan bantuan caleg (Calon Legislatif). Namanya caleg itu kan pasti ada pamrihnya. Ada bantuan berarti ada suara. Nah saya tidak mau menggunakan jabatan saya untuk mempengaruhi pilihan politik warga. Soal pilihan politik, biar mereka yang tentukan sendiri. Sebenarnya idealnya RT itu harus netral," terangnya.
Ia menambahkan, dalam sistem swadaya tersebut pihaknya juga menggunakan sistem yang transparan dalam memperlihatkan uang yang digunakan. Sehingga, dalam kegiatan tersebut pihaknya mengumumkan harga material saat ini dan jumlah dana yang terpakai dalam pengunaan pembelian material serta konsumsi.
"Kita di sini juga menggunakan sistem yang transparan. Jadi warga juga merasa jelas dana sekian itu dibelajakan apa saja," pungkasnya. (*/zac/udn)
Editor : Azwar Halim