Menurut Bapak, pelayanan SKPD itu seperti apa?
Program-program ini menjadi standar pelayanan minimal yang ada di setiap SKPD. Wajib. Kami tekankan ke seluruh SKPD, capai program unggulan ini saja dulu, ini bagian yang sudah kami janjikan ke masyarakat. Pertama karena program ini kami yakini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kedua, untuk meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Ketiga, meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Filosofi saya, yang penting masyarakat otaknya pintar, badan sehat, kantong berisi, perut kenyang. Visi misi enggak perlu muluk-muluk, bagaimana otak masyarakat cerdas, makanya tadi ada program wajib belajar 9 tahun, gratis. Badan sehat, di pelayanan kesehatan. Supaya kantong berisi dan perut kenyang, pertumbuhan ekonomi harus dijamin. Sisanya ada kebersihan, yang juga menjadi bagian indikator di setiap SKPD dan masyarakat modern. Standar pelayanan minimal tetap harus jalan, meski di tengah kondisi yang tertatih-tatih. Sinergi antara program dan anggaran. Sebenarnya kita enggak defisit, kalau enggak bayar utang.
Kondisi keuangan Pemkot sedang tidak baik, menurut Bapak?
Kita kembali pada prinsip anggaran berimbang, berapa pendapatan, berapa pengeluaran. Itu yang harus dipatuhi, agar tidak defisit. Bagaimana mengatur? Terutama pemenuhan kebutuhan dasar dulu. Lalu, kalau ada sisa, baru untuk program inovasi. Kita enggak bisa berfikir tenang, kalau perut belum kenyang.
Ada beberapa proyek tahun jamak berhenti. Apakah akan dilanjutkan?
Program yang sudah dimulai, harus kita teruskan. Kalau enggak diteruskan, itu pemborosan kan sudah ada uang negara masuk. Sayang kegiatan tersebut kalau enggak diteruskan, apa pun itu. Tetapi dengan berhitung sesuai kemampuan, kita lihat yang mana prioritas. Seperti program yang sudah kami sampaikan tadi, kami ditagih orang kalau enggak dipenuhi.
Program yang sudah jalan, proyek multi years, terlepas ada pro dan kontra sebelumnya. Ini sudah terlanjur dikerjakan, maka harus dilanjutkan.
Pemkot nanti memprioritaskan lebih dulu pemenuhan kebutuhan dasar. Kedua, pemenuhan program unggulan. Baru ketiga, melanjutkan program yang sudah dimulai.
Beberapa pihak pesimis dengan program Bapak dapat jalan tahun ini. Mengingat kondisi keuangan Pemkot yang tidak stabil. Tanggapan Bapak?
Program kami, mulai bulan Maret ini setelah dilantik. Pada 9 Maretmulai dari launching puskemas 24 jam, Puskesmas Karang Rejo dan Puskesmas Juata Permai.
Kedua, operasionalisasi Rumah Sakit Aki Balak.
Ketiga, rumah tanpa DP. Masih banyak request, dan hitungan bisnisnya lumayan. Yang penting everybody happy. Program itu sudah berjalan.
Keempat Smart City. Sebelumnya kalau butuh mobil jenazah atau ambulans telepon ke saya. Tidak semua masyarakat punya akses ke pemerintah. Tanggal 9 Maret akan kita launching one call one number, di 112. Di empat titik kecamatan, ada paket ambulans, mobil jenazah dan pemadam. Dari masyarakat, kalau butuh tinggal telepon ke operator dan dilayani 24 jam, itu gratis tidak ada biaya.Respons cepat, langsung di bawah operator. Kami pangkas alur layanan yang panjang. Sopir 24 jam, operator 24 jam. Ini juga dikoneksikan dengan media sosial dan dimonitor wali kota dan wakil wali kota.
Pada Senin 11 Maret, pengguntingan pita dimulai beroperasinya puskesmas 24 jam dan rumah sakit. Memang banyak yang bilang sulit, tapi kita buktikan insyaallah bisa kita laksanakan.
Sambungan PDAM gratis juga berjalan tahun ini, itu sudah disiapkan anggarannya untuk 3.000 sambungan.
Dalam waktu dekat, setelah ujian, kami serahkan apresiasi pada juara kelas di SD dan SMP. Dan juga juara UAN, 1-10. Itu semua sudah dikalkulasi.
Ada masalah lain kota ini Pak, mengenai TPA. Bagaimana mengatasinya?
TPA baru di Juata Laut sudah dikerjakan, sebagian sudah diselesaikan administrasi keuangannya. TPA Juata Laut, info terakhir harus ada redesign. Itu akan kami bahas tuntas bersama SKPD terkait. Termasuk dengan Balai Pekerjaan Umum Kemen-PUPR. Karena dananya dari APBN. Kami harus memastikan tidak ada persoalan lahan di situ. Kalau bisa kami pastikan tahun ini, di tahun 2020 akan ada anggaran turun untuk melanjutkan pembangunan. Kami akan selesaikan permasalahan sosial yang ada di sana. Dan akan kami bahas intensif.
Mengenai sampah ini harus dibahas dari hulu sampai hilir. Kalau ada opsi katakanlah sampah dipakai untuk bikin batako. Bikin listrik, kelayakan dan visibility-nya. Jangan sampai solusi parsial, yang lainnya justru terbengkalai. Kalau sistem bisa dipadukan, kota kita menjadi bersih. Harapannya kita dapat Adipura. Kita rindu dengan itu semua. Kita juga rindu kota lebih bersih, ada pedestrian yang nyaman, kalau malam enggak gelap gulita, sehingga banyak orang yang berkunjung ke Tarakan. Kalau orang banyak datang, ekonomi kita juga akan bergerak.
Sekarang lagi ramai dibincangkan bonus demografi dan milenial. Apa yang ada di pikiran Bapak?
Mengenai pertumbuhan penduduk, bisa saja bermanfaat, bisa juga tidak bermanfaat. Kalau semuanya yang datang orang yang bawa duit dan cerdas-cerdas serta pintar-pintar, enggak apa-apa. China dengan penduduk besar, bisa produktif. Kalau datang pengangguran, bagaimana? Pengangguran menimbulkan kerawanan sosial.
Dampak penduduk akan lebih padat, dibutuhkan infrastruktur yang lebih baik lagi dan transportasi massal. Kami tidak mungkin membuat jalan lebar, sehingga merusak pusat perekonomian kota. Alternatifnya coastal ring road, buat jalan lewat pantai. Membangun gedung baru perlu duit, harus ditunda dulu syahwat itu. Kembali kebutuhan dasar itu dulu yang kita prioritaskan. Semakin banyak yang datang ke sini, itu semakin baik. Kalau yang datang produktif. Apalagi yang bawa duit.
Pertumbuhan penduduk tentu adalah sebuah keniscayaan, ke depan kita harus buat road map, untuk mengatasi pertumbuhan penduduk tadi. Penataan kawasan. Itulah pentingnya evaluasi RTRW setiap 5 tahun. Bagaimana tata kotanya tetap bagus. Dibutuhkan strong management. Patuh aturan. Makanya itu harus dibahas dengan baik. Bisa dipakai untuk 5 tahun ke depan. Sehingga ada analisa kawasan.
Sebenarnya bonus demografi ini menguntungkan, rasio penduduk produktif dengan yang tidak produktif, prediksinya usia produktif menjadi bengkak. Kaum manula, lebih sedikit dan non-produktif atau masih sekolah. Tentu kalau bonus demografi adalah orang-orang yang tidak punya pendidikan yang baik, tidak punya fisik yang baik, jadi beban pemerintah. Usia bonus demografi berarti banyak yang produktif, itu menguntungkan buat pemerintah ini, dan kondisi ini sampai 2030. Yang penting bagaimana supaya bonus demografi ini menjadi peluang. Para generasi milenial ini dibekali keterampilan, agar lebih produktif.
Di Kaltara, usia rata-rata sekolah masih 9 tahun. Ada S-3, S-2, S-1, D-III, itu kalau dirata-rata baru 9 tahun. Bayangkan anak 9 tahun, anak SMP bisa apa? Sebenarnya membangun infrastruktur itu penting, tetapi pembangunan SDM menjadi lebih penting. Oleh karena itu, perhatian terhadap pendidikan harus ditingkatkan. Capaian indeks pembangunan manusia (IPM), dilihat dari tiga aspek yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi atau pendapatan per kapita.
Ada pesan untuk masyarakat Tarakan Pak?
Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Tarakan yang telah berpartisipasi dalam pesta demokrasi Pilwali Tarakan 27 Juni yang lalu, yang telah berjalan sukses, aman dan lancar. Mohon doa dan dukungannya agar kami dapat melaksanakan amanah ini dengan baik dan menjalan visi misi dan program-program yang sudah kami canangkan. (lim)
Editor : Azwar Halim