Ratusan pelajar hadir dalam diskusi bersama Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat di Taman Berlabuh, kemarin (2/12). Di luar dugaan, para pelajar pun menumpahkan unek-uneknya terkait dunia transportasi hingga sarana perhubungan di Tarakan.
---
MUHAMMAD Risal, direkturPembinaan Keselamatan pada Kementerian Perhubungan mengapresiasi sekaligus takjub dengan partisipasi aktif pelajar dalam kegiatan yang dirangkai dengan jalan sehat sejak pukul 07.00 WITA tersebut. Risal tak menyangka, ada banyak pertanyaan dari pelajar, bahkan saran menyoal persoalan infrastruktur kaitannya dengan keselamatan berkendara.
Para peserta diskusi yang merupakan pelajar tingkat sekolah menengah atas itu tampak antusias mengikuti kegiatan diskusi. Risal juga mengaku bangga dengan pelajar Tarakan memiliki kepedulian yang besar dalam keselamatan berkendara.
“Kehadiran kami di sini memberikan kesadaran bagaimana mempelopori kesadaran keselamatan dan jalan di kendaraan umum maupun pribadi. Kami apresiasi masyarakat, khususnya pelajar antusiasnya dan berani mengemukakan pendapat,” kata Risal.
Ia mengaku masih banyak catatan dalam hal fasilitas perhubungan yang harus benahi. Walau demikian, ia bangga dengan pelajar yang berpikir kritis dalam melihat permasalahan. Saran dan masukan dari para pelajar itu pun akan dievaluasi.
“Sarannya agar aparat, pemerintah lebih berani menegakkan hukum, dan bagaimana fasilitas perhubungan dilengkapi. Jadi masukan pelajar-pelajar tadi itu arahnya ke pemerintah. Itu yang kami banyak masukan luar biasa dari adik-adik pelajar, kita mengapresiasi masukan itu. Yah mungkin ini juga PR buat kita untuk ke depannya agar dapat melengkapi fasilitas perhubungan baik di jalan raya maupun jalan di sungai penyeberangan, termasuk penerangan jalannya akan menjadi catatan kita,” ujar Risal.
Mengenai pembangunan infrastuktur di Kalimantan, ia menerangkan saat ini Kemenhub sedang dalam persiapan melakukan beberapa pembangunan akses jalan di Kalimantan. Meski demikian, ia tidak mengetahui secara pasti wilayah mana saja. “Untuk pembangunan infrastruktur ada. Tapi saya lupa nama daerahnya yah, yang jelas untuk Kalimantan memang ada beberapa daerah yang akan kami bangun, rel kereta api termasuk juga jalan trans,” bebernya.
Sementara itu, Niken Oktaviani, siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tarakan mengungkapkan, ia cukup senang dengan kegiatan tersebut. Selain menambah wawasan tentang keselamatan berkendara, kesempatan ini juga melatih pelajar untuk berani mengeluarkan pendapat. “Cukup senang, kegiatan ini juga merupakan edukasi buat kami. Yang pastinya dengan adanya dialog kami menjadi terlatih untuk berbicara dan mengeluarkan pendapat. Seharusnya Pemerintah Kota Tarakan lebih sering mengadakan kegiatan seperti ini agar meningkatkan kualitas pendidikan di Tarakan,” ujarnya.
Salah seorang pelajar lain mengungkapkan seluruh instansi pemerintah harusnya memperhatikan kenyamanan warganya dalam hal keselamatan berkendara. Dicontohkan, Pemkot Tarakan lebih banyak fokus pada pembangunan taman, salah satu tujuannya sebagai arena rekreasi atau hiburan. “Tapi, kami melihat jalan misalnya yang ke Juata, kenapa tidak dikasih penerang. Orang yang ke sana itu, selain khawatir, juga terancam keselamatannya di jalan. Entah jalan berlubang dan lain-lain,” ujar seorang pelajar dari SMAN 1 Tarakan.
Rio Febry Thambora (17) dan Amirullah Achmad Nassardhi (17), dua siswa SMAN 1 Tarakan Kelas XII MIPA 1, yang juga patut diapresiasi. Keduanya berhasil membuat aplikasi yang berfungsi untuk menampilkan titik rawan kecelakaan sekaligus sebagai pelaporan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas. Aplikasi itu bahkan memenangi National Young Investor Award (NYIA) yang diadakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) November lalu.
Selain fitur aplikasi android, dua siswa ini juga membuat fitur dari Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Jadi jika membaca undang-undang seperti biasa sebagai teks tentu akan terasa bosan, terkhusus para siswa. Di tangan keduanya diberi sentuhan visualisasi.
Setiap pelanggaran, terdapat foto berikut penjelasan. Pun pasal demi pasal, pelanggarannya seperti apa, bahkan denda jika melanggar juga terdapat pada sistem pembelajaran yang ada di aplikasi. Sehingga dengan inovasi yang berbeda ini, para siswa dapat lebih tertarik untuk membaca peraturan lalu lintas jalan.
“Sehingga minat masyarakat akan lebih berkembang terutama para siswa untuk lebih mengenal undang-undang terutama undang-undang lalu lintas,” ungkap Amir.
Dari aplikasi ini juga Rio dan Amir telah melakukan sosialisasi ke kepolisian terkait fungsi, sistem, pendataan titik rawan dan batas kecepatan jalan. Aplikasi ini juga mendapatkan juara harapan satu, special award. (*/zac/lim)
Editor : Azwar Halim