Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pengoperasian GTM Terancam Molor Lagi

Azwar Halim • Jumat, 19 Oktober 2018 | 11:51 WIB
pengoperasian-gtm-terancam-molor-lagi
pengoperasian-gtm-terancam-molor-lagi

TARAKAN – Terlihat dari fisik bangunan, belum ada tanda-tanda dioperasikannya Grand Tarakan Mall (GTM). Ikon satu-satunya di Kalimantan Utara (Kaltara) ini, terus dibangun.


Kepala Tukang, Slamet menerangkan ruang Cinema XXI ini mulai dikerjakan akhir September lalu. Sebanyak 25 pekerja yang didatangkan dari Jakarta, yang memang menangani proyek pembangunan bioskop.


“Pekerjanya dari Jakarta juga, yang menangangi proyek pembuatan bioskop,” terang Slamet.


Cinema XXI yang sementara dikerjakan di lantai empat gedung GTM ini setara dengan bioskop di kota-kota besar. Namun tak banyak yang dapat ia beberkan. Yang jelas saat ini pembangunan terus dikerjakan, dan sementara persiapan konstruksi dan struktur bangunan.


“Kita nggak target, tapi terus berjalan saja dan sejauh ini tidak ada kendala,” jelasnya singkat.


Di tempat terpisah, Perwakilan Tim Kontraktor, Dadang Wijanarko mengatakan optimis pembangunan Cinema XXI ini selesai tepat waktu. Namun berbicara mengenai GTM secara menyeluruh, gedung membutuhkan renovasi.


“Cinema XXI-nya mungkin cepat selesai, kan targetnya Januari 2019. Tapi yang renovasi gedung ke depannya belum tahu. Kita tinggal menunggu design mal-nya nanti bagaimana,” kata Dadang saat dihubungi melalui sambungan seluler.


Dikatakannya, progres pengerjaan terus berlanjut. November mendatang dijadwalkan perbaikan tampak depan gedung mal. Apalagi banyak dinding gedung yang terlihat kumuh.


“Pengerjaannya tetap berjalan seperti biasa. Kendala kita masalah air bersih dan listrik, karena kita sementara ini pakai genset. Bulan depan mungkin baru kita kerjakan tampak depan, karena banyak yang terlihat kumuh,” bebernya.


Sementara fasilitas pendukung lainnya, seperti eskalator masih menunggu satu unit. Belum lagi fasilitas lainnya, yang sudah lama tidak difungsikan, akan dicek ulang.


“Masih ada nunggueskalator, tinggal pengiriman saja,” katanya.


Untuk diketahui, total kursi sebanyak 710 dari empat studio yang akan dibangun. Untuk Studio 1 dan Studio 2, kapasitas tempat duduk di dalam ruangan sebanyak 128 kursi. Sedangkan untuk kapasitas Studio 3 dan Studio 4, sebanyak 119 kursi. (*/one/udn)

Editor : Azwar Halim