Tanggal 5 Oktober diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peringatan itu pula tak pernah lepas dari pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista). Kali ini bertempat di halaman samping Pelabuhan Malundung. Sebanyak 30 senjata TNI diperkenalkan dan bisa dilihat warga Tarakan secara langsung.
RURY JAMIANTO
PAMERAN yang digelar selama tiga hari yakni 5-7 Oktober dari pukul 08.00 hingga 21.00 WITA. Berbagai alat perang dipamerkan dalam kegiatan ini. Menariknya, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XIII/Tarakan yang merupakan perwakilan dari Korps Marinir juga memerkan berbagai koleksi alutsista terbarunya.
Danton II Kompi B pada Yonmarhanlan XIII Opang Sopari mengatakan, ada beberapa senjata terbaru yang dimiliki TNI yang juga dipamerkan. Seperti senjata HK 417 A2 buatan Jerman yang memiliki berat 4,4 kilogram dengan jarak efektif hingga 600 meter.
Tak hanya itu, senjata lainnya yang juga merupakan buatan luar negeri seperti K7 Daewo asal Korea, M27 IAR asal Amerika Serikat (AS) dan senjata buatan negeri sendiri.
“Alutsista terbaru juga kami pamerkan dalam pameran ini. Dan kami juga memamerkan mobil Jeep KIA buatan asal Singapura yang di produksi sejak 1958,” kata Opang, Sabtu (7/10).
Di satu sisi, meski cuaca Tarakan yang begitu terik nan menyengat, ternyata tak menyurutkan niat para anggota TNI yang bertugas menjaga stan pameran tersebut. Bahkan, di saat anak-anak sekolah berkunjung dengan berbagai macam pertanyaan yang terlontar, dengan ramahnya anggota TNI yang rata-rata memiliki tinggi kurang lebih 170 centimeter itu, telaten dan sabar memperlihatkan satu per satu senjata yang kerap digunakan dalam operasi militer.
Tak hanya itu, untuk memperdalam wawasan tentang alat-alat tempur TNI, salah seorang petugas memperlihatkan sebuah kostum yang agak aneh dan terlihat lucu bagi anak-anak. Yah, konstum itu tak lain adalah pakaian ghillie suit atau busana kamuflase yang kerap digunakan sniper jitu guna mengelabui lawan agar tidak terlihat musuh.
“Jadi banyak macam yang kami pamerkan. Dan untuk jumlah senjata itu kurang lebih 30 jenis yang kami pamerkan. Baik sedang, ringan dan berat. Dan di antaranya juga ada yang kami datangkan langsung dari Surabaya,” katanya.
Perihal tujuan pameran yakni pengenalan kepada masyarakat untuk lebih dekat lagi dengan TNI. Kemudian pihaknya pun akan mengundang pelajar untuk mengenal lebih dalam tentang alutsista TNI. Selain itu juga untuk memberikan pelajaran atau pemahaman tentang bela negara.
Untuk diketahui, dalam rangka HUT ke-73 TNI tidak hanya pameran alutsista tapi juga ada penampilan seni, berupa musik dan lain-lainnya.
“Alutsista yang ditampilkan ini bukan hanya Yonmarhanlan saja, Ada juga dari angkatan laut dan udara,” tuturnya.
Dengan pameran yang dilakukan, Opang melihat antusias masyarakat Tarakan begitu besar. Terutama anak-anak sekolah yang datang langsung bersama gurunya.
“Alhamdulilah antusias masyarakat hingga sampai saat ini luar biasa. Meski cauca panas masih ada yang datang,” katanya.
Di samping stan Yonmarhanlan XII juga ada stan milik Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XIII.
Alat-alat yang dipamerkan tak jauh lebih hebat dan canggih. Di antararanya parasut dan alat selam jenis ampora yang kerap digunakan sebagai alat selam tempur. Dinamakan alat selam tempur karena saat tenggelam tidak muncul gelembung sehingga sulit untuk dideteksi lawan.
“Untuk senjata kami hanya membawa 11 jenis senjata. Dan untuk senjata yang paling berat itu senjata sniper buatan Inggris yang beratnya mencapai 8 kilogram. Jadi bagi yang mau lihat silakan datang saja,” kata Jefri Andis Prastio, anggota Detasemen I Antiteror asal Surabaya ini.
Dengan adanya pameran alutsista milik TNI, Jefri sapaan akrabnya mengatakan dukungan masyarakat merupakan harapan bagi TNI. Hal tersebut sesuai dengan tema HUT TNI ke 73 yaitu profesionalisme untuk rakyat.
“Untuk menghadapi semua tantangan tugas itu semuanya diapresiasikan, dan ditujukan untuk masyarakat,” jelasnya. (***/lim)
Editor : Azwar Halim