Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Enak dan Gurihnya Snack Ikan Teri

Azwar Halim • Selasa, 2 Oktober 2018 | 11:08 WIB
enak-dan-gurihnya-snack-ikan-teri
enak-dan-gurihnya-snack-ikan-teri

BIASANYA ikan teri yang dikeringkan ini kerap diolah dengan cara disambal pedas. Ada juga ikan teri yang masih basah dimasak dengan adonan tepung, tapi tidak dibuat dalam olahan crispy.


Nah, ikan teri dikenal sangat baik gizinya untuk pertumbuhan tulang dan jaringan otak. Apalagi dikonsumsi dalam masa pertumbuhan usia anak-anak sekolah. Maka tak heran, semenjak kecil anak-anak dibiasakan mengkonsumsi ikan teri dalam jumlah yang cukup saat masih dalam masa pertumbuhan.


Ikan teri ini pun dapat diolah menjadi snack atau makanan ringan. Sehingga tidak melulu dikonsumsi dalam bentuk masakan berat. Salah satunya ikan teri Ambalat, yang berkembang di perairan perbatasan, Sebatik.


Owner X-Tria, Barisi Purwati mengatakan, 2009 silam gencar-gencarnya olahan ikan teri ambalat di Nunukan. Konon di Indonesia, ikan teri ini satu-satunya hanya di perairan Ambalat, Sebatik. Sehingga disebut lah ikan teri Ambalat dan komoditas ini layak dipatenkan sebagai khas dari Kalimantan Utara (Kaltara). “Ikan teri Ambalat ini satu-satunya di Indonesia. Dari Kementerian sempat menyarankan, teri Ambalat ini harus dipatenkan karena di daerah lainnya di Indonesia tidak ada,” jelas pelaku usaha dari Nunukan ini.


Ikan teri yang ukurannya sangat kecil ini direbus dahulu. Kemudian dikeringkan selama berhari-hari. Nah, ikan teri Ambalat ini tidak pahit karena tulang dan kepalanya sudah dikeluarkan setelah dikeringkan. Ikan ini digoreng dengan adonan tepung yang membuat teksturnya lebih crispy. Uniknya ikan ini diberi taburan wijen.


“Jadi seakan-akan tidak ada tepungnya tapi crispy. Biasanya kan ikan teri agak pahit, tapi ini nggak karena kepala dan tulangnya sudah dikeluarkan,” jelas ibu berambut pendek ini.


Nah, ikan ambalat ini bisa disandingkan sebagai teman makan nasi, campuran nasi goreng. Dapat pula sebagai camilan saat bersantai. “Produknya ini bertahan selama enam bulan,” tukas wanita yang beralamatkan di Jalan Antasari, RT 10, No. 91, Nunukan. (*/one/fly)

Editor : Azwar Halim