Tarakan pernah mencetak atlet-atlet berbakat dan berkesempatan mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada medio 2007-2011. Itulah masa keemasan cabang olahraga bulu tangkis Kalimantan Utara (Kaltara).
MEGA RETNO WULANDARI
SIAPA yang tidak menyukai olahraga bulu tangkis? Permainan yang mengandalkan kekuatan otot tangan dan strategi digandrungi masyarakat Indonesia sejak dulu itu. Dalam sejarahnya Kaltara pernah mencatatkan nama sebagai salah satu daerah dengan potensi atlet yang bagus. Salah satu saksinya adalah Vendi Harlin Ismanto, pria yang juga menangani GOR Naga Mas.
Lahir dari keluarga pecinta bulu tangkis, Vendi sudah begitu akrab dengan olah raga satu ini sedari masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar. Hal itulah yang membuatnya begitu bersahabat dengan kok.
Meski saat ini dirinya tidak berkecimpung sebagai atlet, namun bulu tangkis tetap punya tempat tersendiri di hatinya. Sebagai satu-satunya olahraga yang disukai Vendi, di sela-sela kesibukannya sebagai pebisnis dirinya selalu menyempatkan waktu luang untuk bermain bulu tangkis.
Bahkan pada kejuaraan bulu tangkis yang digelar dari tanggal 11 sampai 15 September, Vendi menjadi salah satu peserta pertandingan. Tentu dirinya tidak segan atau canggung sedikit pun, sebab dirinya percaya bulu tangkis merupakan olah raga yang dapat menyatukan semua kalangan masyarakat tanpa mengenal, jabatan, suku, dan agama.
“Pengalaman saya hanya sebatas bermain di tingkat kota saja, hanya saja adik saya itu mantan atlet nasional dan sempat berada di klub PB Djarum. Kami memang sekeluarga suka bulu tangkis, jadi dari sejak kecil kami sudah tumbuh dan main di lapangan bulu tangkis ini, hanya beda nasib saja,” ujarnya.
Vendi menanggalkan keinginannya menjadi atlet bulu tangkis karena harus melanjutkan pendidikan. Baru pada kelas VII sekolah menengah akhir dirinya mulai latihan bulu tangkis kembali, meski sadar dirinya tidak akan dapat melanjutkan ke level nasional.
“Kalau mau jadi atlet yang baik itu, memang harus disiplin, latihannya harus keras. Karena saya sudah lama vakum jadi memang sudah jauh ketinggalan kalau mau lanjutin ke level nasional,” ucapnya.
Sebelumnya, pria kelahiran 1988 ini menceritakan dirinya bersama klub bulu tangkis Naga Mas sempat membuka pelatihan badminton pada periode 2007 sampai 2011. Dari hasil itulah atlet bulu tangkis Kota Tarakan berada pada masa keemasannya. Sebab, lebih dari 10 orang atlet berhasil masuk ke jenjang pelatnas.
“Dulu kan sempat buka pelatihan badminton di Tarakan, banyak atlet kita sempat masuk ke jenjang nasional sampai di level pelatnas, saya waktu itu jadi pembimbing. Pengorbanan memang cukup berat ya, tapi hasilnya sangat memuaskan karena atlet kita mulai masuk di jenjang nasional bisa dibilang itu golden time-nya Tarakan,” ungkap anak kedua dari pasangan Haryono Ismanto dan Linda Sugiarto ini.
Di mata Vendi, masyarakat begitu antusias terhadap bulu tangkis. Buktinya, di beberapa lapangan yang ada di Tarakan, ramai orang berlatih dan menonton. Lalu, dari latihan tersebut selalu ada bibit baru atlet bulu tangkis.
“Bakat bulu tangkis itu harus dikembangkan, karena dulu kami sempat lakukan berbagai latihan, coaching clinic, hingga datangkan pelatih dari luar untuk melatih di Tarakan. Saat ini saya melihat induk organisasi yang menaungi olah raga ini sudah tidak aktif lagi, hingga akhirnya berdampak pada klub di Tarakan jadi terbiar, ditambah perhatian Pemkot juga kurang, padahal potensi kita sangat besar. Makanya peranan PBSI sangat diharapkan,” jelasnya.
Dirinya pun turut berharap dengan adanya berbagai kejuaraan atau kompetisi bulu tangkis yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Khususnya anak muda yang tengah menggali bakat dalam dirinya. Sebab bagi Vendi, badminton dapat menyatukan semua kalangan masyarakat tanpa membedakan status apapun.
“Sudah cukup lama tidak ada tidak ada event seperti ini, jadi kami harapkan ini bukan yang terakhir. Antusias masyarakatnya sangat baik, berharap event ini bisa memberi dampak yang positif terutama anak muda yang masih mencari jati diri, khususnya cabang bulu tangkis. Selain menyehatkan, olahraga ini membuat kita mengenal banyak orang tanpa melihat staus sosialnya dan latar belakangnya,” tutupnya. (***/lim)
Ungkap Masa Keemasan Cabor Bulu Tangkis pada 2007-2011
Editor : Azwar Halim