TARAKAN – Warga Karang Balik sempat diresahkan dengan aksi yang dilakukan oleh penderita sakit jiwa atau yang kerap disapa orang gila. Irna, warga Kelurahan Karang Balik mengakui belum lama ini ia menjadi korban aksi orang gila saat ia tiba-tiba didatangi dan dipukuli. Kejadian itu dialami Irna pada Kamis lalu (13/9) sekira pukul 16.30 Wita, di sekitaran Karang Balik.
Kepada Radar Tarakan, Irna menceritakan, kejadian itu bermula saat ia ingin pergi ke warung yang tak jauh dari rumah. Saat itu ia jalan kaki. Namun di tengah perjalanan, tiba-tiba ia didatangi oleh seorang pria yang tidak mengenakan baju. “Saya nggak lihat saat dia datang, karena dia datang dari belakang. Kemudian saya tiba-tiba merasa kesakitan karena dia menarik rambut saya,” ungkapnya.
Tidak hanya menarik rambut korban. Saat itu juga orang gila tersebut sempat memukul belakang korban. Irna yang merasa terancam dengan spontan langsung berteriak meminta tolong. Warga yang berada di sekitar pun langsung berusaha menolong Irna. “Dia pukul belakang saya itu dua kali. Saya langsung teriak. Setelah teriak, warga mau datang bantu saya, dia (orang gila) langsung melarikan diri,” katanya.
Dibeberkan Irna, kejadian tersebut baru pertama kali dialaminya. “Saya tahu dia gila karena waktu melarikan diri dia masih ketawa-ketawa. Terus dia tidak pakai baju dan sendal,” tuturnya.
Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman Umum dan Perlindungan Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Waridi mengatakan, pihaknya mengharapkan laporan cepat dari masyarakat apabila ada aksi orang gila yang dianggap sangat meresahkan. “Bulan ini sudah ada berapa yang kami bawa ke rumah sakit. Semua kami bawa karena mendapatkan informasi dari masyarakat dan pihak kepolisian,” katanya.
Dilanjutkan Waridi, pihaknya selalu bergerak cepat apabila mendapatkan laporan lantaran tidak ingin adanya korban yang mengalami luka parah. Dari beberapa orang gila yang diamankan pihaknya, ada beberapa yang sudah sangat sering diamankan. Diketahui orang gila tersebut sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit dan dianggap sembuh kemudian dipulangkan. “Biasanya mereka kalau sudah keluar tidak ada yang menerima mereka. Akhirnya mereka minum mininuman alkohol, makanya meresahkan lagi,” ungkapnya. (zar/ash)
Editor : Azwar Halim