Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tradisi Mandi di Laut, Hindarkan dari Mara Bahaya

Azwar Halim • Rabu, 12 September 2018 | 15:09 WIB
tradisi-mandi-di-laut-hindarkan-dari-mara-bahaya
tradisi-mandi-di-laut-hindarkan-dari-mara-bahaya

KEMARIN (11/9) umat muslim tengah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah. Peringatan itu biasanya berbalut tradisi. Seperti yang dilakukan warga Jembatan Besi, Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan Tengah mulai dari anak-anak hingga dewasa berbondong-bondong mandi ke laut, sejak pagi pukul 06.00 WITA, kemarin (11/9).


Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun menyambut Tahun Baru Islam dimaksudkan membersihkan diri guna terhindardari mara bahaya.


Hal itu diungkapkan, Mellyana Angraeny, warga RT 13, Nomor 29, Jembatan Besi yang turut ikut melakukan tradisi turunan itu.


“Saya dari kecil sudah ikut tradisi ini, jadi memang setiap 1 Muharram selalu berenang di sini untuk tolak bala, insya allah agar kita bisa jadi lebih baik lagi kedepannya,” ujarnya.


Tidak ada batasan usia untuk turut ikut melaksanakan tradisi tahunan ini, makanya tidak heran sejak pagi hingga menjelang sore banyak warga yang turun ke laut untuk berenang maupun sekadar membasuh diri.


“Kalau dulu di Jembatan Minyak, sekarang sudah bergeser di sebelahnya jembatan pelabuhan SDF. Mulai pagi sampai sore biasa memang banyak yang mandi, anak-anak sih paling banyak. Karena sebagian juga ada yang punya kesibukan sendiri,” tambahnya.


Tidak hanya itu, tradisi tahunan ini juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, atas berkah kesehatan, dan rezeki yang diberikan selama ini. Selain itu tradisi ini juga bermanfaat untuk memperkuat tali silaturahmi kepada sesama warga terutama di lingkungan Jembatan Besi.


“Ini adalah bentuk syukur kita juga kepada Allah SWT, dengan tradisi ini juga bisa memperkuat tali silaturahmi kita sesama warga yang lain. Kita berharap tradisi ini dapat terus ada, jadi tidak hilang begitu saja,” ungkapnya.


Tidak ada ritual khusus yang dilakukan, maupun doa, bagi siapa pun warga yang ingin ikut berpartisipasi bisa langsung datang dan turun langsung ke laut.


 


PAWAI DIIKUTI RIBUAN PESERTA


Ribuan peserta pawai 1 Muharram memadati halaman Masjid Al-Marif. Dalam kegiatan pawai tersebut sedikitnya diikuti tiga ribu lebih peserta dari sejumlah elemen sekolah, TPA, taman kanak-kanak maupun organisasi masyarakat.


Dalam pawai tersebut, tampak ribuan peserta sangat antusias saat pawai sedang berlangsung. Dengan menyanyikan lagu salawat ratusan anak-anak dari TPA quran sangat bersemangat berjalan hingga garis finish yang ditentukan.


Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Tarakan Rusdiana Salikunna mengungkapkan, sedikit tiga ribu lebih peserta meramaikan pawai Tahun Baru Hijriyah tersebut yang terdiri dari siswa SD, SMP, MTS, MAA, SMA, TPA quran dan kelompok ormas. Selain itu, tingginya animo masyarakat dalam mengikuti pawai tersebut membuat panitia sedikit berbangga karena sebelumnya jumlah peserta di luar prediksi.


“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi, tadi malam saja peserta terdaftar sudah tiga ribu dan itu masih banyak pendaftar yang menghubungi kami yang belum terhitung,” ungkapnya kemarin, (11/9).


Selain itu, ia mengungkapkan pawai ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk menjalin silaturahmi sesama umat muslim dan ia berharap kegiatan pawai Tahun Baru Hijriyah tersebut dapat berjalan setiap tahun.


“Semoga pawai ini dapat dijadikan wadah sebagai silaturahmi umat dan bisa rutin berjalan setiap tahun,” terangnya.


Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Tarakan M. Shaberah mengkritisi selama ini umat muslim hanya antusias dalam menyambut Tahun Baru masehi saja, padahal umat Islam juga memiliki tahun baru.


“Paling tidak mengingatkan kepada muslim dan muslimah. Kita biasa ingatnya biasa Tahun Baru masehi kan?” jelasnya.


Meski demikian, ia berharap semoga tahun depan perayaan tersebut dapat berjalan lebih meriah dengan jumlah peserta yang lebih banyak. “Harapan kita semoga tahun depan lebih meriah, lebih tertib,” pintanya. (ega/*/zac/lim)


 


Tradisi Mandi di Laut, Hindarkan dari Mara Bahaya


 

Editor : Azwar Halim