TARAKAN – Rencana Cinema XXI di Grand Tarakan Mall (GTM) mulai menemukan titik terang. Konsultan dan perwakilan dari Cinema XXI ini sudah melakukan pengecekan kesiapan dari bangunan, Jumat (24/8).
Konsultan Manajemen, Irfan mengatakan, pembangunan Cinema XXI masih membutuhkan waktu karena dibangun secara bertahap. Adapun langkah awal yang sudah diselesaikan yakni persiapan bangunan untuk Cinema XXI.
Cinema XXI ini dibangun di lantai empat GTM. Adapun luas gedung seluas 1.830 meter persegi, yang akan dibangun empat studio. Dua studio seluas 15,5x13 meter, sedangkan dua studio lainnya diperkirakan seluas 15x10,5 meter.
“Sebelumnya dari sisi kebutuhan XXI, itu belum siap. Makanya kami bangun lagi dan itu membutuhkan waktu,” terang pria berkacamata ini, Jumat (24/8).
Rencananya Cinema XXI di GTM ini dibangun dengan level nasional. Mulai dari fasilitas bioskop hingga sistem pelayanannya mengikuti standar nasional yang ada di kota-kota besar.
Ia menjelaskan, saat ini Cinema XXI masuk ke tahap fitting out alias desain interior. Dalam tahap ini difokuskan pada dekorasi ruang studio, pemasangan kedap suara dan pembangunan lobi. Tahap fitting out ini sekiranya membutuhkan waktu selama empat bulan, dan selambat-lambatnya enam bulan.
“Lobinya juga seperti bioskop di Jakarta. Kita koordinasi tentang fitting out ini, katanya dalam waktu empat bulan bisa diselesaikan. Kami berharapnya cepat, semoga bisa,” jelasnya.
Saat disinggung mengenai kepastian rampungnya Cinema XXI ini, pihaknya berharap awal 2019 sudah dioperasikan. Ia mengatakan dalam waktu dekat ini fitting out akan mulai dikerjakan.
Perlengkapan fitting out ini pun didatangkan langsung dari Surabaya. Sehingga mulai dari persiapan alat hingga pengiriman barang melalu jalur laut, tentu membutuhkan waktu.
“Begitu kami balik ke Jakarta, kami segera diskusikan dengan pekerja. Mereka siapkan dahulu, pengiriman mungkin dua minggu. Belum lagi bongkar muatan, jadi pasti butuh waktu,” bebernya.
Jika dihitungnya berdasarkan target, kemungkinan pengerjaan fitting out ini dikerjakan dalam Oktober mendatang. Sehingga besar harapannya awal 2019 Cinema XXI sudah beroperasi.
“InsyaAllah kalau tidak ada kendala, mungkin Oktober baru dikerjakan. Kalau empat bulan, berarti Oktober, November, Desember, Januari, kemungkinan dibuka Februari 2019. Tapi kalau bisa Januari, kami berharapnya cepat,” jelasnya.
Rencananya Cinema XXI ini dibangun enam studio. Untuk tahap pertama dibangun empat studio, yang sementara ini dipersiapkan. Apabila ke depannya pasarannya bagus, tidak menutup kemungkinan ada penambahan dua studio.
“Kalau antusias masyarakat bagus, Insya Allah kita tambah dua studio lagi,” katanya.
Selain Cinema XXI, wahana permainan terbaru di Indonesia pun turut andil mengisi ruang di GTM ini. Namun dia belum dapat membeberkan secara rinci, rencananya wahana permainan ini dibuat lebih tematik.
Yang jelas, wahana permainan ini membutuhkan luas ruang sekiranya 1.000 meter persegi dan ditempatkan satu lantai dengan Cinema XXI, yakni di lantai empat. Kemudian di lantai yang sama juga, dilengkapi dengan ruang karaoke.
“Wahana permainan seperti amazone Indonesia, kami sudah lakukan MoU. Kalau matahari, InsyaAllah masuk. Karena kita pasti butuh department store. Semakin banyak pilihan untuk warga Tarakan, semakin bagus,” bebernya.
Ia pun sangat berharap Cinema XXI ini dapat rampung secepatnya. Dalam hal ini, dukungan pemerintah daerah diperlukan. Dengan beroperasinya GTM ini, setidaknya membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Tarakan dan sekitarnya.
“Selagi pemerintah mendukung, kita bergerak cepat. Rekrut karyawan butuh waktu, dan menyerap tenaga kerja lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Pengelola GTM, Agus Toni mengatakan, apabila berbicara mengenai bangunan untuk Cinema XXI sudah siap untuk dilanjutkan desain interior.
Sedangkan untuk gedung GTM, pastinya akan direnovasi. Mulai dari bangunan, warna gedung hingga fasilitas pendukung seperti eskalator. Apalagi eskalator ini sudah lama tidak difungsikan, sehingga perlu pengecekan ulang. Selain itu juga diperlukan eskalator tambahan dari lantai tiga menuju lantai empat.
“Jangan di atasnya saja yang bagus, tapi di lantai lainnya tidak direnovasi. Apalagi kalau sudah lama tidak gunakan, pasti aus dan sebagainya,” jelasnya. (*/one/nri)
Judsm: Memasuki Tahap Desain Interior
Editor : Muhammad Erwinsyah