TARAKAN – Rahim (40), dilaporkan hilang di perairan Pulau Sadau, sejak Selasa (31/7) saat tengah memancing. Akhirnya, sekira pukul 09.30 Wita kemarin dia ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Keluarga korban, Masri mengatakan korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari titik terakhir korban terlihat. Korban ditemukan sesama nelayan. “Korban ditemukan pertama kali oleh temannya, yang melihat. Karena mayat korban timbul. Setelah beberapa jam dilaporkan ke Basarnas,” jelas Masri.
Dijelaskannya, awal mula kejadian hilangnya Rahim diketahui saat korban bersama temannya, Hamsah (50) pergi memancing. Saat memancing, ikan hasil pancingannya terlepas, meski sudah diangkat menuju ke perahu. Mengetahui hal itu Rahim meloncat keluar perahu untuk menangkap ikan tersebut, namun naasnya Rahim tidak mendapatkan ikan tersebut dan dinyatakan hilang, pada Selasa (31/7).
“Temannya yang sama-sama dia itu sempat melemparkan pelampung tetapi tidak sampai, jadi dia hanyut terbawa arus dengan ikan yang dipegangnya,” ungkapnya.
Pasca dinyatakan hilang, pencarian terhadap Rahim, warga Jalan Cendawan RT 8 Pasar Beringin, Kelurahan Selumit Pantai dilakukan unsur Basarnas dan keluarga.
Kepala Pos Pertolongan dan Pencarian Tarakan Mananggap J.H mengatakan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Polair, Basarnas dan keluarga menerima laporan temuan korban sekira pukul 08.00 Wita, kemarin (3/8).
Setelah menerima laporan di posko, tim SAR langsung bergerak untuk melakukan evakuasi. Namun karena korban sudah diletakkan di dalam perahu, sehingga pihaknya hanya melakukan pengawalan dari TKP sampai dievakuasi ke Beringin Satu. Dari tempat itu, keluarga korban langsung mengevakuasi ke rumah karena menginginkan untuk tidak dilakukan visum. “Untuk penemuan korban, kurang lebih radius satu 1 kilometer dari TKP. Itu informasi dari keluarga korban yang menemukan,” ungkapnya.
Selama beberapa hari dilakukan pencarian, tim SAR gabungan sempat diadang gelombang tinggi. Ditambah angin yang cukup kencang. Di hari kedua angin lebih kencang menyulitkan tim SAR gabungan mengawali pencarian.
Sesuai laporan awal kejadian, korban dinyatakan hilang sekira 19.30 Wita. Keluarga korban melaporkan ke Polair. Dari kesaksian rekan korban, ikan yang dipancing malam itu cukup besar. “Jadi saat itu kami menuju TKP untuk melihat situasi, dan memag gelombang di tempat kejadian sangat deras dan arusnya kuat sehingga tidak bisa berbuat apa-apa,” sebut Manangap.
Tim SAR gabungan sempat berkeliling mencari korban, bahkan sampai ditemukannya. Tak ada tanda-tanda kekerasan pada korban. Murni laka laut atau tenggelam karena mencari ikan. “Dan kami hanya bisa mengambil foto-foto dari luar, itu saja langkah-langkah untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” urainya. (*/naa/lim)
Editor : Sopian Hadi