Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hanya Aroma Tak Sedap dan Jejak Kaki

Azwar Halim • Senin, 23 Juli 2018 | 14:02 WIB
hanya-aroma-tak-sedap-dan-jejak-kaki
hanya-aroma-tak-sedap-dan-jejak-kaki

TARAKAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Kaltimra) terus melakukan pencarian terhadap Bayu (9), yang hilang di Desa Labuk, Kecamatan Sembakung, Nunukan sejak Minggu (15/7).


Bayu dilaporkan hilang bersama dengan kakeknya Putilik (60) yang kemudian ditemukan malamnya dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Bayu yang diketahui masih duduk di kelas 3 sekolah dasar (SD) diduga tersesat dalam hutan.


“Keduanya itu dilaporkan berburu payau, memasang jerat untuk payau hari Minggu-nya. Setelah dilaporkan hilang, pencarian dilakukan. Jam 12 malam, kakeknya itu ditemukan meninggal dunia oleh warga,” terang Kasie Operasi & Siaga pada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto, tadi malam.


Hingga menjelang hari ketujuh pencarian, korban Bayu tak juga ditemukan. Dugaan, Bayu terjerembab dalam rawa. Tim SAR yang melakukan pencarian mengalami kendala serupa, yakni rawa setinggi lutut orang dewasa dengan vegetasi yang rapat.


“Kami curiga adik ini, terjerembab. Area yang kami cari sudah luas sekali. Bisa juga kemungkinan tertimbun di cekungan atau patahan. Mulai dari hari Jumat, kami sempat mencium aroma menyengat. Sekira sekilo dari jejak kaki yang kami temukan,” terangnya.


Dalam pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan, selama berhari-hari, aroma tak sedap yang dimaksud terkadang hilang. Kemudian muncul saat angin berhembus. “Dari warga, hari pertama menemukan warga melihat anak-anak berlari. Tapi kemungkinan itu bayangan atau apa. Kami hanya menemukan jejak kaki. Kami tidak menemukan korbannya. Kalau binatang, beda baunya. Kalau ini kurang lebih bau manusia,” rinci Octa, sapaannya.


“Kami tidak tahu di mana posisinya. Kami tidak tahu itu manusia atau tidak. Posisinya belum ketemu,” tambahnya lagi.


Tim SAR juga melaporkan jika jarak tempuh pencarian dari permukiman warga sekira 15 km.


Pencarian sudah dilakukan sejak pukul 08.00 Wita, pagi kemarin. Tim SAR dibagi menjadi dua tim darat dan air. Sebanyak 50 orang melakukan pencarian di sungai. Sementara 30 orang melakukan pencarian di darat.


Hingga kemarin, pencarian selama nyaris 12 jam, hasilnya masih belum terlihat tanda-tanda Bayu. Meski begitu, Octavianto memastikan dengan sisa waktu yang ada, tim SAR akan segera menemukan Bayu. “Harapnya seperti itu, kita semua masih berjuang berusaha keras mencari korban. Semoga besok (Hari Ini, Red) ada hasil,” harap Octavianto.


Kakek korban Putilik (60) ditemukan oleh anaknya di Desa Seberang tidak jauh dari Desa Labuk, Kecamatan Sembakung, Nunukan. (raw/lim)


 


 

Editor : Azwar Halim