Tarakan—Angka harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu seiiring dengan perbaikan kualitas hidup dan pelayanan kesehatan yang semakin membaik. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia yang mencapai sekitar 20 juta lansia.
Apabila tidak teratasi akan menimbulkan berbagai masalah, di antaranya munculnya berbagai tuntutan agar dapat memenuhi kebutuhan para lansia. Untuk itu pemerintah, melalui Kementerian Sosial RI, mencetuskan program Pelayanan Harian Lanjut Usia (Eldery Day Care). Beruntung, Kalimantan Utara mendapatkan giliran pelaksanaan program PHLU tahun ini, bertempat di Panti Sosial Harapan Terpadu, Kota Tarakan.
Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Utara, Suriansyah menyebut tujuan PHLU untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya pada lansia usia 60 tahun ke atas. Nantinya diharapkan program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para lansia.
“Ini adalah program pelayanan harian bagi lansia, mengingat saat ini di Indonesia lansia mencapai 20 juta, artinya ini rentan terjadi permasalahan, makanya dibuatlah program ini. Oleh karenanya kita buat suatu program pelayanan harian, tujuannya untuk melayani kegiatan kehidupan mereka, yang dapat mengurangi tingkat stres, meningkatkan kesehatan mereka, tujuannya supaya mereka bisa berkumpul bersama dengan melakukan berbagai kegiatan positif,” ujarnya.
Nantinya program Eldery Day Care ini dilakukan secara bergiliran, di setiap kabupaten/kota, dengan kurun waktu per enam bulan sekali. Tahun ini, program Eldery Day Care merupakan pembiayaan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, sehingga diharapkan untuk selanjutnya setiap kabupaten/kota di Kaltara dapat menganggarkan pada APBD untuk kegiatan lansia.
“Karena kegiatannya pun bermacam-macam ada yang pelayanan harian, pelayanan kehidupan di panti jompo, pelayanan mereka yang bermasalah kesehatan dan fisik, dan masih ada lainnya. Ini sebenarnya tanggung jawab keluarga para lansia, tapi pemerintah juga tidak bisa lepas tangan, karena fakir miskin, orang terlantar, dan lansia dipelihara negara. Eldery Day Care baru tahun ini dilaksanakan di Tarakan, rencana selanjutnya di Bulungan program kedua di bulan Agustus,”ungkapnya.
Pelaksanaan PHLU sendiri nantinya akan berlangsung hingga akhir tahun, dijadwalkan dalam sebulan lima kali pertemuan lansia. Nanti kegiaran PHLU sendiri akan diisi dengan sejumlah kegiatan. Yakni, pemeriksaan kesehatan, gula darah, kolestrol, tinggi dan berat badan. Selain itu, para lansia juga nantinya akan diajak bersilahturahmi dengan lansia dari beberapa kelurahan, dan diberikan bimbingan kerohanian.
“Nantinya kita akan tuntun mereka agar sisa hidupnya lebih bermanfaat. Dalam program ini yang terlibat Puskesmas, Kelurahan, Dinas Sosial, dan KUA,” tambahnya.
Kepala Panti Sosial Terpadu Harapan Kita Juata Permai, Eka Christin. Mengungkapkan, para lansia nantinya juga akan diberikan kegiatan pelatihan keterampilan seminggu dua kali yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 Wita, di Panti Sosial Terpadu Harapan Kita.
“Untuk targetnya lansia satu Kota Tarakan, tapi kita dahulukan yang dekat kantor saja dulu, jadi tidak susah jalan ke sini. Karena program ini dari kementerian pusat juga memberikan uang pengganti transport, jadi mbah yang ke sini kita gantikan uangnya. Kita juga nanti siap jemput bola, jadi kegiatan ini tidak hanya terfokus di panti saja, misal di wilayah timur banyak kita langsung ke sana dengan petugasnya,” jelasnya.
Saat ini di Kota Tarakan berdasarkan data di Disdukcapil sekitar 16 ribu lansia. Angka ini belum menyeluruh, sebab saat pendataan masih ada sejumlah lansia yang menolak, atau masih aktiv bekerja.
“Kita berharap semoga banyak peserta lansia yang ikut, jadi kita juga bisa sama-sama berbagai pengalaman, dan membangun semangat para lansia, sehingga mereka tidak harus tinggal di panti,” tutupnya. (ega/udn)
Editor : Azwar Halim