BELUM lama ini masyarakat dibuat terbelalak. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap jika susu kental manis yang beredar justru tidak mengandung susu.
Padahal, sudah bertahun-tahun terbiasa dikonsumsi masyarakat yang menganggapnya sebagai susu. Atas temuan itu, sejumlah warga Tarakan pun mengaku merasa tertipu dengan label si kental manis di pelbagai produk itu.
Salah seorang warga, Ranti (26) yang merupakan ibu rumah tangga (IRT) menuturkan dirinya merasa tertipu karena produk itu menggunakan kata susu. Sehingga, produk susu kental manis yang bentuknya kalengan itu pun kerap ia gunakan untuk anaknya yang masih berumur di bawah lima tahun dan sudah digunakan selama satu tahun ini.
“Merasa tertipu juga jadinya. Karena setahu saya dari berpuluh-puluh tahun yang lalu, saya juga suka lihat ibu-ibu termasuk saya kasih minum susu anaknya pakai susu kaleng,” ungkap Ranti, yang merupakan warga Kelurahan Lingkas Ujung.
Ranti juga mengatakan, bahwa selama ini dirinya dan keluarga menganggap bahwa susu kental manis aman untuk dikonsumsi.
Tidak hanya Ranti, Nurhalima (32) warga Kelurahan Pantai Amal juga mengonsumsi produk tersebut bersama keluarganya. Ia juga menyuguhkan minuman berbahan si kental manis sebagai pendamping sarapan anak dan orang tuanya.
“Susu kental manis biasanya buat minum pas waktu sarapan,” kata Nur, sapaan akrabnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Besar POM Kaltim Drs. Abdul Rahim, Apt, M.Si, menuturkan, susu kental manis memiliki kadar gula tinggi, sedangkan kandungan susunya sedikit. “Susu kental manis hanya mengandung protein (Nx6,38) 6,5 persen dan lemak susu minimal 8 persen. Tanpa ada kandungan padatan susu sama sekali,” ungkap Abdul saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Menurut Abdul, melalui surat edaran tentang label dan iklan pada produk susu kental dan analognya (kategori pangan 01.3) pada Mei 2018, BPOM memberikan aturan ketat terkait peredaran susu kental manis.
“Salah satunya yakni dilarang menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental manis dan analognya disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi. Produk susu lain, antara lain susu sapi atau susu formula atau susu pertumbuhan,” urainya. (eru/lim)
Si Kental Manis Tak Mengandung Susu
Editor : Azwar Halim