TARAKAN – Progres pengerjaan jalan dan jembatan miring di pesisir tepatnya Selumit Pantai mulai dilakukan.Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, Muhammad Haidir mengatakan untuk progres pengerjaan jalan di pesisir sudah bukan menjadi kewenangan dari pemerintah kota tetapi kepada pusat. Karena sudah diambil ahli.
“Itu sudah bukan progres kami lagi, tetapi kami tetap ikut memantau. Yang pastinya mereka sedang bekerja,” katanya.
Sementara itu, Staf Satuan Kerja Pengembangan Kawasan dan Permukiman (PKP), Rian mengatakan sejauh ini proyek ini berjalan dengan lancar dan pembangunan sudah meningkat seperti tahap pembongkaran jalur sudah berjalan bahkan sudah ada yang selesai. Begitu juga dengan pembangunan strukturnya yang sudah berjalan.
“Secara umum semua sudah berjalan dengan baik, dan semuanya sedang bekerja lagi,” ujarnya.
Tetapi setiap pekerjaan tentu akan ada kendala. Apalagi jika pembangunan dilakukan di wilayah pesisir yang lebih banyak terkendala dengan cuaca yang tidak bersahabat. Begitu juga dengan air laut yang selalu pasangn surut sehingga cukup menggangu pekerjaan.
“Sejauh ini kendala yang kami hadapi itu pada cuaca dan air laut. Karena memang ini pengerjaan di bagian pesisir,” ujarnya.
Untuk tahun ini direncanakan hanya pesisir Selumit Pantai dengan pengerjaan jalan sekitar satu kilometer lebih yang dikerjakan. Tetapi nantinya itu akan ada banyak pertimbangan lagi, karena pihaknya juga sedang mengejar berbagai aspek untuk mengurangi masalah perkumuhan. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada beberapa perubahan untuk cakupan pengerjaannya.
“Pengerjaan ini harus selesai tahun ini dan tidak multi years. Tetapi ke depannya nanti bukan hanya akan mengerjakan jalan saja, tetapi dilihat yang prioritas yang mana,” jelasnya.
Jika melihat nawacita Presiden Jokowi, di mana ingin membangun dari pinggiran, ia mengatakan penanganan air limbah, serta membebaskan sampah dari permukiman merupakan prioritas. Namun, untuk mempermudah akses di permukiman, jalan menjadi target utama untuk mengurangi kesan kumuh.
“Jalan di Selumit Pantai ini kan juga sudah ada yang beton di beberapa titik, jadi kemungkinan nanti akan dicoret pengerjaan itu lalu digantikan dengan pengerjaan lain seperti pembuatan septic tank,” ungkapnya.
Pihaknya juga saat ini fokus dalam pengerjaan Jembatan Barokah yang miring di RT 26. Jembatan ini telah dikerjakan tetapi belum selesai dan diperkirakan tahun ini akan selesai. Karena banyaknya kendala cuaca yang diperparah dengan air laut yang pasang surut, pihaknya masih akan melihat pengerjaan priortas ke depannya lagi .
“Dana ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni, dan pengerjaannya tidak multi years,” pungkasnya. (*/naa/udn)
Editor : Azwar Halim