Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Desain Lebar, Aspek Keselamatan Paling Utama

Azwar Halim • Jumat, 11 Mei 2018 | 15:00 WIB
desain-lebar-aspek-keselamatan-paling-utama
desain-lebar-aspek-keselamatan-paling-utama

Kepuasan dalam perjalanan menggunakan transportasi pasti diinginkan semua orang. Apalagi jika menyangkut keselamatan dan kenyamanan. Seperti speedboat Sadewa Executive yang telah beroperasi sejak akhir 2017 lalu. Belakangan kapal cepat itu kembali disinggung Pemprov Kaltara sebagai rujukan standar angkutan kapal cepat yang diharuskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).


YUSTINA LUMBAA


SPEEDBOAT eksekutif, konsep yang diusung. Sadewa Executive merupakan kapal cepat pertama dengan kapasitas besar. Tidak seperti speedboat lainnya, kapal ini jauh lebih besar dan memiliki berbagai fasilitas canggih. Pembuatannya dilakukan di Tarakan dengan diawasan Ditjen Perhubungan Laut dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi.


Dalam pengembangannya, perusahaan pembuat menginginkan adanya inovasi. Terutama dalam soal kenyamanan dan keamanan pengguna jasa. “Kami memang ingin membuat semuanya menjadi nyaman, karena yang paling penting adalah kenyamanan. Rasa aman itu tetap ada bagi penumpang,”  ujar Hj. Sri Sulartiningsih, pemilik PT Sadewa Gemilang Industri.


Material kapal cepat dikirim dari Jakarta dan Surabaya. Meski dibuat di Tarakan, pembuatan kapal tersebut juga menggunakan jasa arsitek dari Batam dan Jakarta. “Jadi memang tidak sembarang menggunakan tenaga (pembuat), karena menyangkut keselamatan penumpang juga,” ujarnya.


Speedboat ini memiliki ukuran panjang 18 meter dan lebar 3,80 meter. Dengan menggunakan 4 mesin dengan kapasitas masing-masing 200 PK. Kapal cepat Sadewa Executive juga mampu mengangkut maksimal 60 penumpang, karena memang berbadan cukup besar dan kuat.


Interior kapal ini diisi dengan kursi layaknya dalam pesawat. Jarak antar kursi juga dibuat tidak begitu rapat. Ada fasilitas musik, Wifi, pendingin ruangan hingga kamar kecil. “Selain itu juga terdapat alat navigasi yang terbaru yang memang diarahkan oleh KNKT dan Dinas Perhubungan,” tambahnya.


Soal pelampung, disesuaikan dengan standarisasi Kemenhub. Jika digunakan dalam air, pelampung dapat bertahan selama 24 jam. “Ini bisa bertahan lama, karena kekuatan dari busanya memang kuat. Jadi bisa tahan sampai satu hari lebih di dalam air,” jelasnya.


Pelampung ini juga disiapkan lebih dari 60 dan bisa mencapai 80 buah. Ketentuan mengharuskan lebih dari kapasitas yang ada. Bahkan pelampung ini juga bisa digunakan untuk anak-anak.


Sejauh ini, lanjut Sri, kapal cepat dengan spesifikasi yang sama telah diproduksi sebanyak empat buah. Dan telah beroperasi di sejumlah rute. Kapal ini juga tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan pejabat tinggi atau pengusaha. Juga sangat terjangkau bagi masyarakat lainnya. “Standarnya kan belum ada untuk eksekutif VVIP. SK Gubernur juga belum ada. Kami maunya memang harganya tinggi, tapi masih menunggu,” ungkapnya.


Ke depan, kapal cepat ini didorong dapat melayani semua wilayah di Kaltara. Saat ini hanya beroperasi di Nunukan, dan Bunyu. (***/lim)

Editor : Azwar Halim