Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Waspada Lem Alteco Palsu

Azwar Halim • Jumat, 13 April 2018 | 11:41 WIB
waspada-lem-alteco-palsu
waspada-lem-alteco-palsu

TARAKAN – Masyarakat Tarakan diharapkan lebih teliti dalam membeli suatu produk, jangan sampai dikarenakan tergoda akan harga produk yang murah membuat masyarakat lebih memilih produk tersebut tanpa memastikan apakah produk tersebut asli atau palsu.


Salah satu produk yang saat ini dikabarkan di Tarakan memiliki jumlah produk palsu yang beredar di pasaran adalah lem Alteco, produk lem asal negri Sakura ini berdasarkan penelusuran langsung oleh Perwakilan Pusat Alteco Singapura, Drs Edy Anggono, menemukan banyak produk palsu yang beredar di pasaran.


“Sudah saya telusuri, ternyata di Tarakan ini banyak produk yang palsu, saya juga sudah mendapatkan barang bukti produk yang palsu di pasaran,” ungkapnya.


Dirinya mengungkapkan dari penelusuran di beberapa toko dan agen ternyata ada yang secara terang-terangan menawarkan untuk menggunakan produk asli atau produk palsu. “Iya saya sempat ditawarkan mau yang asli atau KW,” ujarnya.


Dijelaskannya bahwa produk asli memiliki harga satu lusinnya mencapai Rp 45 ribu, sementara untuk kualitasnya memiliki daya lengket baik yang sesuai dengan standar produk Japan.


“Sementara kalau produk palsu dari harga sudah sangat jauh, dijual dari harga Rp 35 ribu hingga Rp 33 ribu setiap lusinnya, dari segi kualitas tidak menempel dengan baik, isinya juga tidak sampai 3 gram seperti aslinya,” tuturnya.


Dirinya menjelaskan sejauh ini agen yang ada di Tarakan selalu memesan produk asli di Surabaya merupakan distributor resmi produk lem tersebut.


“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk mengecek dulu keaslian produk tersebut, jangan sampai memilih produk yang salah, yang tentunya merugikan masyarakat sendiri,” ungkapnya.


Selain merugikan masyarakat, dampak lainnya dari adanya produk palsu yang beredar di Tarakan, tentunya mempengaruhi omzet pendapatan perusahaan, selain itu nama perusahaan juga dirugikan.


“Rencananya kami akan melaporkan ke pihak kepolisian terkait hal ini,” pungkasnya.(jnr/udn)

Editor : Azwar Halim