Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Iraw Tengkayu Sukses, Utang Kemudian

Azwar Halim • Senin, 26 Februari 2018 | 10:33 WIB
iraw-tengkayu-sukses-utang-kemudian
iraw-tengkayu-sukses-utang-kemudian

TARAKAN - Festival Iraw Tengkayu sukses digelar Desember 2017 lalu. Namun siapa sangka, gelaran mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tarakan itu justru meninggalkan utang. Beberapa anggota kepanitiasn serta talent seperti penari hingga perias harus dihadapkan pada honorarium tak belum dibayarkan.


Salah satu panitia Iraw Tengkayu, Andi Jhordi mengatakan pihaknya belum menerima pembayaran honor yang telah dijanjikan. “Itu semuanya belum ada dibayarkan sampai sekarang kepada semuanya, baik penari, penari inti dan honornya,” ujar Andi diwawancarai, kemarin (24/2).


Begitu juga dengan Surya, mengaku anaknya yang tergabung tim penarik dalam Iraw Tengkayu belum menerima bayaran sama sekali. Pembayaran honor itu dijanjikan dua bulan setelah festival selesai. Akan tetapi, sampai sekarang dia belum menerima pembayaran itu. “Saya hanya mewakili anak saya saja, saya juga bingung kenapa belum dibayarkan. Walaupun tidak seberapa, tetapi itu hasil keringat anak saya,” bebernya.


Surya mengikutsertakan sang buah hati sebagai penari, atas dasar keahlian sang anak yang juga ingin mengharumkan nama daerah dengan menampilkan tarian terbaik. Anaknya itu sudah terlibat dalam dua kali pelaksanaan festival. “Sudah dua kali ikut. Karena yang lalu itu baik-baik saja, maka saya ikutkan lagi. Tetapi ini malah jadinya seperti ini,” ujarnya.


Ia menyadari, jika anaknya sangat mengharapkan hasil keringat yang nilainya tidak begitu besar. Sang anak bahkan rela panas-panasan bermandi keringat selama menjalani latihan setelah pulang sekolah. Sebelum puncak kegiatan, latihan diadakan hingga sore hari. “Saya hanya berharap agar pemerintah (Pemkot) melihat juga kerja keras mereka dan cepat untuk membayarkan,” pintanya.


Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat menyampaikan permintaan maafnya kepada semua yang telah berpartisipasi dalam festival Iraw Tengkayu. Arief mengaku tak mengetahui secara merinci. Sementara saat kegiatan itu berjalan, kewenangannya terbatas. “Kebijakan saya itu terbatas, sehingga saya tidak bisa mengambil keputusan yang lebih. Saya juga tidak tahu menahu,” kata Arief.


Dikatakan, keseluruhan yang harus dibayarkan yakni Rp 1.612.175.030. Dengan rincian, honor masing-masing talenta sebesar Rp 560.200, biaya transportasi penari Rp 98.400. Honor panitia Rp 10 juta yang memang seharusnya sudah dibayarkan setelah acara berakhir.


Pihaknya berharap agar dapat segera menyelesaikan pembayaran yang menjadi hak bagi setiap yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Saya berusaha menghubungi semua yang terkait, dan kami usahakan mudah-mudahan akhir bulan ini untuk dibayarkan secara lunas,” ujarnya. (*/naa/lim)

Editor : Azwar Halim