Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Uang Senilai Rp 100 Rela Dibeli Seharga Rp 700 ribu

Azwar Halim • Senin, 5 Februari 2018 | 12:29 WIB
uang-senilai-rp-100-rela-dibeli-seharga-rp-700-ribu
uang-senilai-rp-100-rela-dibeli-seharga-rp-700-ribu

Ahmad Mudor jatuh hati pada uang-uang kuno. Sejak 24 tahun lalu, dia mulai mengoleksi alat pembayaran itu. Tak hanya mata uang rupiah saja, deretan koleksinya juga terdapat beberapa mata uang asing yang masih tersusun rapi di meja kasirnya.


YEDIDAH PAKONDO


Aksesori yang tersusun rapi di meja kasi, di sebuah rumah makan yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Tarakan Tengah itu cukup berbeda.  Bukan foto-foto tamu-tamu yang pernah datang berkunjung ke rumah makan itu. Namun uang kuno yang diletakan di dalam kaca pelapis meja khas zaman dulu. Rapi nan klasik.


Tak jarang, setiap pelanggan yang akan membayar makanannya, sejenak berhenti memperhatikan koleksi uang kuno milik sang pemilik rumah makan.


Ahmad Mudor (58) merupakan kolektor uang dan juga owner rumah makan Jawa Indah, menuturkan hobinya mengoleksi uang ini sudah sejak tahun 1994 silam. Tak hanya uang beberapa benda kuno lainnya, masih disimpan dan terletak rapi di rumahnya.  


Dalam mengembangkan hobinya ini, Ahmad bahkan tidak pernah mendapatkan larangan dari sang istri, Sri Hastuti (50). Sebab, apapun yang ia lakukan dengan positif selalu mendapatkan dukungan dari sang istri. Untuk itu, ia tak tanggung-tanggung menjalankan hobinya tersebut.


"Saya tidak pernah dilarang (istri) kan cuma mengoleksi beginian," tuturnya.


Khusus rupiah yang ia koleksi keluaran tahun 1945, bahkan masih ada rupiah lama yang bisa disobek untuk membeli. Dari informasi yang didapatkannya pada  zaman dulu, terdapat rupiah yang harus disobek  menjadi dua jika ingin digunakan sebagai alat pembayaran.


"Ada juga uang yang bisa dibagi dua, karena dulu itu kan ada uang yang laku separuh, separuhnya tidak laku," cerita Ahmad.


Setiap uang yang ia koleksi, ia letakkan di rumah makannya untuk menarik para pelanggan rumah makannya. Seiring berjalannya waktu, koleksinya itu sering kali dilirik setiap pelanggannya, tak jarang beberapa orang datang untuk menjual uang-uang kuno kepada Ahmad. Sehingga, sebagian koleksi uangnya dia simpan di rumah.


 Tak jarang pula, beberapa pelanggan yang sering berkunjung ke rumah makannya menawar koleksi milik Ahmad. Jika harga cocok, Ahmad dengan senang hati menjual koleksinya.


"Kalau ada orang punya uang lama datang ke saya juga, saya beli kalau cocok harganya," ucapnya.


Untuk diketahui, Ahmad membeli uang senilai Rp 100 keluaran tahun 1958, dengan harga mencapai Rp 700 ribu pada tahun 2010 lalu. Sedang untuk seribu rupiah keluaran tahun 1964, dibelinya seharga Rp 1 juta.


Meski begitu, jumlah pengeluaran uang yang telah ia lakukan, menurutnya sebanding dengan yang didapatkannya. Sebab ia memang hobi mengoleksi barang lama. Bahkan tak hanya uang, guci, piring, meriam dan sebagainya juga ia koleksi.


Hingga kini, baru ada satu uang koleksinya yang ia jual, yakni Rp 100 keluaran 1959 dengan harga Rp 800 ribu, sebab uang tersebut ia miliki lebih dari satu lembar.


Ahmad bisa menjual koleksi uang, jika jenis uang tersebut dimilikinya lebih dari satu. Dia akan mempertimbangkan sangat lama jika orang lain menawar koleksinya yang hanya satu-satunya.


Ahmad juga mengoleksi beragam uang yang berasal dari luar negeri seperti Malaysia, Brazil, China, Irak, Thailand dan Taiwan dengan keluaran lama. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap uang yang menurutnya unik untuk dikoleksi.


Sayangnya, kini Ahmad sudah tidak berniat untuk menambah koleksi uang lagi, karena merasa uang yang ia punya telah berjumlah 30 lembar dengan jenis yang berbeda-beda. Namun, jika ia menemukan pembeli yang ingin membeli rupiahnya, akan ia berikan dengan harga yang pantas.


Selain itu, jika ada orang lain yang ingin menjual rupiah terhadapnya, akan ia pertimbangkan lagi. Sebab jika menurutnya uang yang ditawarkan berbentuk unik, ia akan membelinya. Namun jika tidak, ia akan menolak, karena koleksi rupiahnya yang saat ini menurutnya banyak. “Jika menarik hati saya, maka bisa jadi saya akan membelinya,” tutur Ahmad sembari tersenyum. (***/nri)

Editor : Azwar Halim