Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pantai Sute, Balinya Perbatasan

Azwar Halim • Senin, 29 Januari 2018 | 10:51 WIB
pantai-sute-balinya-perbatasan
pantai-sute-balinya-perbatasan

MENGHABISKAN akhir pekan, wisata pantai sepertinya menjadi destinasi menarik yang perlu dikunjungi. Menikmati waktu bersama keluarga, kerabat, ataupun pasangan Anda. Kini, warga Nunukan khususnya di Pulau Sebatik, sudah tak kebingungan lagi menikmati waktu akhir pekan.


Salah satu objek wisata pantai yang menawarkan fasilitas menarik kini telah tersedia di Pantai Sungai Taiwan, Kecamatan Sebatik. Pantai yang lebih dikenal Pantai Sute itu, dulunya merupakan destinasi warga lokal. Namun, beberapa waktu lalu, masyarakat sadar akan potensi yang dapat mendongkrak pendapatan mereka. Warga bergotong-royong menjadikan pantai jauh lebih menarik.


Sudut demi sudut pantai itu kini telah difasilitasi kursi bersantai lengkap dengan meja dan payung yang terbuat dari daun nipah. Di sudut lain, berdiri beberapa wahana ayunan yang akan memanjakan wisatawan saat berada di lokasi.


Posisi letak pantai yang berada tepat di hadapan Pulau Tawau, Sabah, Malaysia ini menambah daya tarik tersendiri. Belum lagi, hamparan pasir putih yang di  sepanjang mata memandang, menjadikan lokasi ini bisa disandingkan dengan wisata pantai yang berada di Denpasar, Bali.


Salah seorang pengunjung asal Nunukan, Jusmila mengaku menikmati sensasi tersendiri saat dirinya bersama rekan-rekan mengunjungi objek dimaksud. Pihaknya menilai dari sekian banyak objek pantai di Nunukan, Pantai Sute bisa dikatakan sebagai wisata yang paling lengkap saat ini dan menarik untuk dikunjungi. “Ada Pantai Eching, Pantai Sei Mengkadu dan beberapa wisata lainnya. Tapi baru Pantai Sute ini yang lengkap dengan penataan yang sangat menarik. Terus ada kuda yang bisa ditunggangi,” ujarnya.


Menurutnya, dari gotong royong yang dilakukan masyarakat ternyata mampu meningkatkan nilai lebih terhadap wisatawan. Dibanding harus mengharapkan penataan dari pemerintah.


Karena menurut Jusmila, penataan Pantai Sute yang baru selesai akhir 2017 itu kini mampu menarik banyak wisatawan lokal maupun wisatawan asing dari Tawau, Malaysia. “Banyak juga katanya wisatawan dari Tawau yang datang ke sini (Pantai Sute), karena harus kita akui ini baru layak dikatakan objek wisata,” kata wanita berhijab itu.


Dilanjutkan Jusmila, ke depan pihaknya berharap ada investor yang dapat menata pantai dimaksud jauh lebih menarik. Karena lokasinya yang berada di perbatasan, tentu tak menutup kemungkinan akan mendatangkan jauh lebih banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. (dia/lim)

Editor : Azwar Halim