Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pasir dan Tanah Menumpuk, Parit Butuh Disiring

Azwar Halim • Selasa, 16 Januari 2018 | 11:08 WIB
pasir-dan-tanah-menumpuk-parit-butuh-disiring
pasir-dan-tanah-menumpuk-parit-butuh-disiring

TARAKAN – Tak banyak yang dikeluhkan warga RT 17, Kelurahan Pamusian ini. Hanya saja beberapa fasilitas umum seperti parit yang harus dibenahi. Apalagi terjadi pendangkalan karena tumpukan pasir dan tanah sehingga aliran air tidak lancar.


Ketua RT 17, Kelurahan Pamusian, H. Nurkhamid mengatakan, setiap tahun saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) ia selalu mengusulkan item yang sama. Seperti penyiringan parit sepanjang 100 meter di Gang pasar lama, tapi tak kunjung direalisasikan. Mengingat belum disiring, parit terus terkikis dan aliran air tidak lancar.


“Lebarnya mungkin 50 centimeter, kecil dan alirannya tidak lancar. Jadi mau diperdalam  lagi dan disemenisasi. Itu terus yang diusulkan setiap tahun,” tuturnya kepada Radar Tarakan, Senin (15/1).


Jika hujan lebat, dalam jangka waktu satu jam saja, air langsung meluap ke badan jalan. Tak jarang rumah warga di dataran rendah tergenang. Setiap tiga bulan sekali, ia dan warga kerja bakti membersihkan parit tersebut. Hanya saja parit tersebut penuh tumpukan pasir sehingga dangkal.


“Kalau hujan lebat, sebentar saja pasti banjir,” terangnya.


Sehingga ia berharap agar ke depannya, pemerintah lebih memperhatikan lingkungan-lingkungan yang memang membutuhkan perbaikan. Termasuk semenisasi jalan seharusnya tidak hanya dilakukan sulam tambal. Tetapi sekaligus paving agar lebih permanen dan tahan lama.


“Kalau sulam tambal, jalannya semakin tinggi tidak ada parit jadi masuk ke rumah warga kalau hujan,” jelasnya.


Selain itu terdapat juga laporan warga yang merasa kurang mampu tapi tidak mendapatkan bantuan. Tetapi warga yang masih tergolong mampu, justru mendapatkan bantuan, seperti beasiswa. Diharapkannya agar pemerintah langsung turun ke lapangan untuk mendata warga yang memang layak mendapatkan bantuan.


“Dulu sering anak-anak dapat beasiswa, tapi sekarang jarang. Ada juga yang mampu tapi dapat beasiswa, sedangkan yang benar-benar tidak mampu justru tidak mendapatkan bantuan,” tutupnya. (*/one/zia)

Editor : Azwar Halim