TARAKAN – Demi meminimalisir adanya korban jiwa saat terjadi kecelakaan laut (lakalaut), Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Selasa (9/1) terus mengkampanye keselamatan dalam pelayaran dengan melakukan penempelan stiker terkait tata cara penggunaan life jacket di dalam kapal cepat.
Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Tarakan, Syaharuddin mengatakan, penempelan stiker tata cara penggunaan life jacket ini dilakukan, sebagai upaya memberikan pemahaman kepada penumpang betapa pentingnya penggunaan life jacket sebelum kapal akan berangkat.
“Kenapa life jacket penting digunakan sebelum kapal berangkat, karena peluang untuk selamat ketika terjadi kecelakaan lebih besar dibandingkan tidak menggunakan life jacket,” tuturnya.
Adanya penempelan stiker tata cara penggunaan life jacket ini juga diharapkan memberikan kesadaran kepada penumpang betapa pentingnya penggunaan life jacket untuk keselamatan.
“Saya berharap penumpang yang akan berangkat tidak perlu lagi mendapatkan instruksi dari petugas maupun nakhoda kapal untuk menggunakan life jacket, cukup melihat stiker ini mereka sudah tersadar bahwa menggunakan life jacket sangat penting,” ucapnya.
Dari 57 speedboat yang beroperasi di Pelabuhan Tengkayu I (SDF) ada 10 unit yang sudah dipasangkan stiker tata cara penggunaan life jacket kali ini, sementara sisanya secara bertahap akan dipasangkan stiker serupa.
“Semua akan dipasangkan stiker tata cara penggunaan life jacket, tujuannya tidak lain untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi penumpang yang akan berangkat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Syaharuddin juga mengimbau kepada nakhoda untuk mengangkut penumpang di luar kapasitas angkut. Selain itu nakhoda sebelum berlayar juga harus memastikan kondisi cuaca mesin, dan hal-hal lain sudah dalam kondisi baik, hal ini tidak lain bertujuan agar ketika akan berangkat kapal tidak mengalami kendala yang dapat membahayakan nakhoda maupun penumpang.
“Penumpang juga jangan membawa barang berlebihan yang dapat membebani kapal sehingga rawan terjadi kecelakaan,” tuturnya.
Selain itu KSOP juga sudah melakukan pendekatan secara persuasif kepada nakhoda dan agen untuk melakukan langkah-langkah perubahan dan evaluasi speedboat dan pelayanan, sehingga kejadian kecelakaan sebelumnya tidak terulang lagi. (jnr/nri)
Editor : Azwar Halim