TARAKAN – Aksi penipuan dengan kedok investasi menguntungkan kembali menelan korban. Kali ini pelaku yang diketahui berinisial EM berhasil membawa lari uang member sebanyak Rp 700 juta.
Salah seorang korbannya Selly yang berasal dari Balikpapan meyakini dirinya menjadi korban penipuan investasi yang dijalankan oleh EM. Selly langsung datang ke Tarakan untuk mencari tahu keberadaan EM yang tidak lain owner dari investasi ini.
"Dia (EM) pada hari Jumat (5/1) sudah menutup akun Facebook-nya, sehingga saya tidak bisa menghubunginya terkait nasib dana yang sudah ditransferkan oleh member sebelumnya. Karena saya yang terdekat dari member lain yang ikut investasi ini dan ternyata dia sudah tidak ada di Tarakan," bebernya.
Selly mengetahui bahwa EM tidak ada di Tarakan, setelah mendatangi tempat tinggalnya yang ada di Jalan Mulawarman. "EM ini tinggal bersama suaminya yang membuka usaha servis elektronik. Tadi saya sudah ke rumahnya, namun keduanya sudah tidak ada di sana alias kabur dengan membawa uang member," tuturnya.
Selly menceritakan awal mula tertarik dengan investasi yang ditawarkan oleh EM yang diketahui menggunakan sistem bank harian. Dirinya tertarik setelah EM menceritakan investasi yang sudah dijalankannya berjalan lancar dan tidak mengalami kendala dalam proses pencairan untuk member.
"Jadi sistemnya kami mentransferkan dana, contoh saja Rp 1 juta untuk investasi 10 hari. Nanti dalam waktu 1 hari kami bisa mendapatkan keuntung 5 persen dan bila di total dalam 10 hari kita mendapatkan Rp 500 ribu, sementara untuk dana transfer sebelumnya baru bisa dicairkan setelah 1 bulan," bebernya.
Selama 3 bulan dirinya mengikuti investasi ini berjalan lancar, komunikasi dengan owner dalam hal transfer dana lewat media Facebook juga berjalan lancar.
"Kemarin komunikasi soal dana transfer sempat lewat Whatsapp, namun karena handphone-nya rusak beberapa waktu lalu jatuh akibat gempa di Tarakan, sehingga komunikasi dialihkan lewat Facebook dengan menggunakan grup untuk untuk komunikasi soal dana transfer," tuturnya.
Namun member investasi dari berbagai daerah ini resah, karena secara tiba-tiba owner investasi yakni EM menutup akun medsosnya, sehingga tidak bisa dihubungi oleh member lain untuk menanyakan nasib dana yang sudah terlanjur di-transfer.
"Teman-teman member yang jumlahnya tidak terhitung berapa ratus, mulai mempertanyakan nasib dana yang sudah di transfer sebelumnya, ada yang yang transfer Rp 5 juta, Rp 10 juta bahkan ada member asal palembang yang menyetor 60 juta, saya sendiri Rp 12 juta," bebernya.
Dirinya meyakini EM, memang sejak awal ingin membawa kabur uang member investasi yang dikelolanya, hal ini dibuktikan tidak ada satupun member asal Tarakan yang ikut investasinya.
"Saya tanya teman-teman member ternyata tidak ada yang dari Tarakan, mungkin dia sudah tahu kalau ada member dari Tarakan dapat menyulitkannya saat akab membawa kabur uang member, sehingga dia tidak menerima member asal Tarakan," ucapnya
Terkait hal ini, dia sudah melaporkan ke Polres Tarakan dan berharap pelaku yang membawa uang member dapat ditangkap. “Semoga dia (EM) dapat diketahui keberadaannya dan dapat mengembalikan uang member yang dibawa lari," pungkasnya.(jnr/nri)
Editor : Sopian Hadi