Menhan Sjafrie Sambangi Yonif TP 922/Upun Taka, Tekankan Peran Prajurit di Perbatasan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 20:22 WIB
ABADIKAN MOMEN: Menhan mengunjungi Marshalling Area (MA) Yonif 922/Upun Taka di Desa Maning, Kecamatan Betayau, Tana Tidung, Sabtu (23/9). FOTO: IST
ABADIKAN MOMEN: Menhan mengunjungi Marshalling Area (MA) Yonif 922/Upun Taka di Desa Maning, Kecamatan Betayau, Tana Tidung, Sabtu (23/9). FOTO: IST

 
TIDENG PALE – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Marshalling Area (MA) Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 922/Upun Taka (UT) di Desa Maning, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Sabtu (3/10).

Menhan tiba sekitar pukul 11.25 WITA pasca mendarat di Desa Kujau menggunakan helikopter H225 Caracal di lapangan yang tak jauh dari MA.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja sekaligus bentuk perhatian dan dukungan kepada prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi Menhan bersama Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali.

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Kementerian Pertahanan, TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan.

DISAMBUT: Bupati Ibrahim Ali bersama Menhan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.
DISAMBUT: Bupati Ibrahim Ali bersama Menhan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.

Kebersamaan berlanjut saat Menhan makan siang bersama para prajurit Yonif TP 922/UT.

Setelah itu, Sjafrie memberikan pengarahan sekaligus motivasi kepada prajurit.

Dalam arahannya, Menhan menekankan bahwa tugas prajurit di wilayah perbatasan bukan sekadar menjaga wilayah teritorial.

Lebih dari itu, prajurit harus mampu menghadirkan rasa aman dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Prajurit di perbatasan adalah benteng terdepan kedaulatan bangsa sekaligus pelindung rakyat. Kehadiran kalian di sini harus memberi dampak positif, menumbuhkan rasa aman, serta selalu siap membantu masyarakat di wilayah perbatasan,” ujar Sjafrie.

Ia juga mengingatkan prajurit agar menguasai tiga kemampuan dasar, yakni menembak, patroli dan bela diri.

Prajurit muda juga diminta tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam menjalankan tugas.

Menurut Sjafrie, pengabdian TNI tidak dapat dipisahkan dari rakyat.

Karena itu, setiap prajurit harus menjalankan tugas dengan tulus dan ikhlas sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa, negara dan masyarakat.

Usai pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan paparan oleh Wadanyonif TP 922/UT Mayor Inf. Nirwan Adi Putranto, S.Tr.(Han).

Paparan terkait progres pembangunan Mako Yonif 922/UT.

Selanjutnya, Menhan meninjau kondisi lapangan di sekitar MA Yonif TP 922/UT.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan turut didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo, Kabagloghan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari dan Panglima Kodam VI/Mlw Mayjen TNI Krido Pramono, Danrem 082/Mhl Brigjen TNI Muhammad Sjahroni, S.E., M.Han. Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, dan Camat Betayau Yonathan.

Kunjungan Menhan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, TNI dan pemerintah daerah, sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas di kawasan perbatasan.(*)

Editor : Sophian Hadi
Yonif TP 922 Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin Ibrahim Ali Tana Tidung