Bukan Cuma Andalkan Pemda, Ketua KONI Tana Tidung Tekankan Mental dan Kemandirian Atlet

Sophian Hadi • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 21:43 WIB

 

MENUJU PORPROV: Ketua KONI Tana Tidung Hafid Padu (rompi hitam) menghadiri pembukaan kejuaraan panahan yang berlangsung di RTH. H. Joesoef Abdullah Tideng Pale, Jumat (19/6).(FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
MENUJU PORPROV: Ketua KONI Tana Tidung Hafid Padu (rompi hitam) menghadiri pembukaan kejuaraan panahan yang berlangsung di RTH. H. Joesoef Abdullah Tideng Pale, Jumat (19/6).(FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

 

TIDENG PALE – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara tidak hanya berkaitan dengan latihan fisik dan teknik.

Ketua Umum KONI Tana Tidung, Hafid Padu, menilai mental dan kemandirian atlet menjadi bagian penting yang harus dibangun sejak masa persiapan.

Hafid meminta atlet tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan pemerintah. Menurutnya, pembinaan olahraga membutuhkan komitmen dari semua pihak, termasuk atlet dan pelatih.

“Jangan segala sesuatunya mengharap dengan orang lain, terutama mengharap besar kepada pemerintah. Karena olahraga ini kalau memang mau sukses, kita harus punya jiwa kemandirian,” kata Hafid, Selasa (29/9).

Ia menegaskan, kemandirian bukan berarti mengabaikan peran pemerintah dalam pembinaan olahraga.

Dukungan pemerintah tetap dibutuhkan, namun atlet juga harus memiliki kemauan untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.

Dalam persiapan menuju Porprov, sejumlah cabor di Tana Tidung bahkan tetap menjalankan latihan secara mandiri meski pemusatan latihan belum dilakukan secara terpusat.

Hafid menyebut terdapat tiga hal utama yang harus dimiliki atlet, yakni fisik, teknik dan mental.

Ketiganya harus dipersiapkan secara seimbang agar atlet mampu menghadapi tekanan selama pertandingan.

“Kalau mentalnya tidak bagus, begitu ada sedikit sesuatu langsung drop. Atlet harus dibekali tiga itu. Tekniknya bagus, fisiknya bagus, dan terutama mentalnya juga bagus,” ujarnya.

Selain mental atlet, KONI Tana Tidung juga mendorong keterlibatan pelatih lokal dalam pembinaan.

Sejumlah pelatih lokal disebut telah memiliki lisensi dan sertifikat sehingga dapat mendampingi atlet daerah.

“Kami meminta kepada semua cabor untuk fokus kepada pelatih yang khusus untuk KTT saja. Banyak yang sudah berlisensi dan sudah memiliki sertifikat pelatih,” katanya.

Menurut Hafid, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan di daerah diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi pada Porprov, tetapi juga membangun kemandirian olahraga Tana Tidung dalam jangka panjang.(*)

Editor : Sophian Hadi
KONI KTT PEMKAB KTT Porprov II malinau