Kebutuhan Daging Tana Tidung Capai 16 Kg per Kapita, Ayam Jadi Andalan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 17:46 WIB
DIPASTIKAN AMAN: Selain lokal, daging ayam di Tana Tidung juga disuplai dari Berau.
DIPASTIKAN AMAN: Selain lokal, daging ayam di Tana Tidung juga disuplai dari Berau.

 

TIDENG PALE – Kebutuhan daging masyarakat Kabupaten Tana Tidung mencapai sekitar 16 kilogram per kapita per tahun, lebih tinggi dibandingkan angka nasional yang berada di kisaran 10,1 kilogram per kapita per tahun.

Dari kebutuhan tersebut, ayam potong menjadi salah satu penyumbang terbesar.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tana Tidung, Idris Hendro Wibowo, mengatakan tingginya kebutuhan daging tersebut membuat ketersediaan pasokan ayam menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kalau nasional sekitar 10,1 kilogram per kapita per tahun. Kita sekitar 16 kilogram,” katanya, Sabtu (19/9).

Menurut Hendro, kebutuhan ayam potong di Tana Tidung cukup tinggi.

Setiap hari, pasokan ayam yang masuk untuk dipotong mencapai sekitar 1.300 ekor.

Namun, sebagian besar pasokan tersebut masih berasal dari luar daerah.

“Yang masuk sekitar 1.300 ekor potong itu ada yang dari lokal, ada juga dari luar. Kebanyakan dari luar,” ujarnya.

Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah tersebut dinilai turut memengaruhi harga ayam di tingkat pasar.

Pemerintah berharap keberadaan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dapat membantu menata rantai pasok sekaligus memperkuat pemanfaatan ayam hasil peternakan lokal.

“Kalau kita mengambil ayam dari luar, kadang-kadang kita tidak bisa mengendalikan harga. Harapannya dengan adanya RPHU ini kita bisa membantu menurunkan harga jual ayam di pasar, dengan mengoptimalkan pemotongan ayam lokal,” tutur Hendro.

RPHU yang saat ini dibangun pihak swasta diharapkan menjadi salah satu fasilitas pendukung untuk memenuhi tingginya kebutuhan daging masyarakat.

Sementara untuk kebutuhan daging sapi segar masih sangat minim. Daging lebih banyak digunakan pelaku kuliner dibandingkan kebutuhan sehari-sehari.

"Syukur-syukur dalam sebulan itu bisa potong satu ekor sapi. Itu oun rata-rata daging sapi yang dibutuhkan daging sapi utuh untuk kegiatan pesta tertentu atau hari raya Kurban," tutupnya.(*)

 

Editor : Sophian Hadi
ayam potong daging sapi Tana Tidung