Uang Rp100 Ribu Diduga Palsu Beredar di Sesayap Tana Tidung, Polisi Bergerak

Sophian Hadi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:15 WIB

 

BEREDAR: Warga menunjukan uang palsu yang diupload di media sosial. (FOTO: MEDSOS)
BEREDAR: Warga menunjukan uang palsu yang diupload di media sosial. (FOTO: MEDSOS)

 

TIDENG PALE – Warga Kabupaten Tana Tidung, diminta lebih waspada saat melakukan transaksi tunai.

Pasalnya, muncul informasi mengenai uang yang diduga palsu beredar di tengah masyarakat.

Informasi tersebut mencuat setelah seorang warga mengunggah pengalamannya di media sosial.

Dalam unggahannya, warga menyebut telah dua kali menerima uang yang diduga palsu dari pelanggannya, masing-masing pecahan Rp50 ribu dan terbaru Rp100 ribu.

Dalam unggahan tersebut, warga juga mengingatkan masyarakat, khususnya pedagang dan pelaku UMKM, agar lebih teliti ketika menerima uang tunai.

Uang pecahan Rp 20 ribu diduga palsu.
Uang pecahan Rp 20 ribu diduga palsu.

 

"Waspada warga Sesayap, SDH banyak uang palsu ini SDH dua kalinya dapat uang palsu yg kemarin  50 ribu sekarang 100 ribu kasian Acil yg belanja kaget sampai ndak nyangka KLO Dy bayar Rp 100 ternyata palsu," tulisnya di akun medsos pada Jumat (18/9).

Uang yang diduga palsu tersebut disebut baru diketahui setelah transaksi berlangsung sehingga berpotensi menimbulkan kerugian.

Di dalam kolom komentar akun yang sama, salah satu warga juga menyampaikan telah menerima uang palsu pecahan Rp 20 ribu.

Barang bukti uang diduga palsu itu pun diupload di kolom komentar untuk meyakinkan.

Informasi itu mendapat perhatian Polres Tana Tidung. Kasat Reskrim Polres Tana Tidung Iptu Martin Samuel Sibarani, S.Tr.K., mengatakan pihaknya telah menerima informasi tersebut dan mulai melakukan penelusuran.

“Info sudah masuk. Sudah kita mulai cari juga,” ujar Martin, Sabtu (19/9).

Meski demikian, hingga Sabtu (19/9), belum ada laporan resmi dari masyarakat terkait dugaan peredaran uang palsu tersebut.

“Kalau laporan resmi belum ada,” katanya.

Kendati belum menerima laporan resmi, kepolisian tetap melakukan penelusuran awal untuk mengetahui pola peredaran uang yang diduga palsu tersebut.

“Sudah kita cari polanya,” tegas Martin.

Ia menjelaskan, polisi juga belum mengamankan uang yang disebut dalam unggahan warga.

Hal itu lantaran belum ada laporan resmi maupun penyerahan barang bukti kepada kepolisian.

Karena itu, polisi belum dapat memastikan apakah uang yang disebut warga tersebut benar-benar palsu.

Keaslian uang masih perlu diperiksa secara langsung sebelum dapat disimpulkan.

Polres Tana Tidung juga akan menyiapkan imbauan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi.(*)

 

Editor : Sophian Hadi
Polres KTT uang palsu Tana Tidung