TIDENG PALE – Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menjual lahan, khususnya yang berada di sekitar kawasan pusat pemerintahan dan wilayah yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pesan itu disampaikan Ibrahim seiring dengan sejumlah rencana pembangunan strategis di Tana Tidung, mulai dari kawasan pusat pemerintahan, Sekolah Rakyat, perguruan tinggi hingga pengembangan Pelabuhan Bebatu.
Menurut Ibrahim, berbagai pembangunan tersebut nantinya berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta warga dapat melihat lahan yang dimiliki sebagai aset jangka panjang.
“Jangan terlalu mudah menjual. Nanti ujung-ujungnya jadi penonton di kampung sendiri,” kata Ibrahim dalam kegiatan peresmian Pasar Takau, Rabu (16/9).
Ia mengungkapkan, Pelabuhan Bebatu diyakini akan menjadi salah satu penggerak ekonomi Tana Tidung.
Bahkan, kawasan Bebatu telah diarahkan dalam rencana tata ruang wilayah sebagai kawasan industri.
“Pelabuhan Bebatu itu insyaallah akan terealisasi. Akan menjadi pelabuhan yang menjadi sentra ekonomi, yang akan membuka sektor ekonomi. Ekonomi akan bergeliat di sana,” ujarnya.
Selain pelabuhan, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah pembangunan di kawasan pusat pemerintahan.
Ibrahim menyebut salah satunya adalah rencana pembangunan Sekolah Rakyat.
Pemerintah juga tengah mengusulkan pendirian perguruan tinggi Islam di Kabupaten Tana Tidung melalui pendampingan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.
Menurut Ibrahim, keberadaan perguruan tinggi nantinya bukan hanya memberikan manfaat dari sisi pendidikan, tetapi juga berpotensi menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru.
“Kalau sudah namanya perguruan tinggi itu dibangun, ekonomi akan bergerak. Uang akan berputar di masyarakat,” katanya.
Ia mencontohkan kawasan Dau di Malang yang menurutnya mengalami perkembangan setelah berdirinya perguruan tinggi.
Keberadaan kampus kemudian mendorong tumbuhnya kos-kosan dan berbagai usaha masyarakat di sekitarnya.
Ibrahim memperkirakan perguruan tinggi yang direncanakan di Tana Tidung nantinya dapat menampung ratusan hingga sekitar 1.000 mahasiswa per tahun.
Calon mahasiswa tidak hanya berasal dari Tana Tidung.
Menurutnya, potensi mahasiswa juga berasal dari kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara.
Ia menyebut terdapat sekitar 3.000 pelajar dari jalur pendidikan agama di Kalimantan Utara yang berpotensi melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Jika sebagian dari mereka berkuliah di Tana Tidung, kebutuhan kos-kosan, asrama, perdagangan dan jasa diperkirakan ikut meningkat.
“Bayangkan berapa asrama, berapa kos yang akan mereka butuhkan. Tidak mungkin mereka sekolah di sini langsung bikin rumah. Pasti kos-kosan,” jelasnya.
Aktivitas kampus, lanjut Ibrahim, juga akan mendatangkan orang tua mahasiswa dari luar daerah.
Kondisi tersebut dinilai akan ikut mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
“Siapa yang menikmati? Bukan Pak Bupati. Yang menikmati masyarakat,” tegasnya.
Karena itu, Ibrahim kembali mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan kesempatan ketika pembangunan mulai membuka peluang baru.
“Ambil momentum ini, ambil kesempatan ini. Jangan sampai kita menjadi penonton di negeri sendiri,” pesannya.
Ibrahim menegaskan, pembangunan yang didorong pemerintah merupakan bagian dari upaya meninggalkan fondasi bagi perkembangan Tana Tidung dalam jangka panjang.
“Saya hanya menjalankan amanah. Tugas pemimpin itu mensejahterakan masyarakatnya. Tugas saya memberikan legasi, fondasi yang terbaik untuk Kabupaten Tana Tidung,” pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi