Angka Tana Tidung Turun Jadi 11,85 Persen, Wabup Apresiasi Sengkong dan Safari Zero Stunting

Sophian Hadi • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:09 WIB

 

COFFEE MORNING: Wabup Sabri (kanan) memberikan arahan kepada jajarannya terkait pelaksanaan program prioritas Pemkab Tana Tidung belum lama ini (DOK DKISP)
COFFEE MORNING: Wabup Sabri (kanan) memberikan arahan kepada jajarannya terkait pelaksanaan program prioritas Pemkab Tana Tidung belum lama ini (DOK DKISP)

 

TIDENG PALE – Upaya pemerintah daerah menekan angka stunting di Kabupaten Tana Tidung menunjukkan perkembangan positif.

Hingga Agustus 2026, prevalensi stunting tercatat turun menjadi 11,85 persen, dari sebelumnya 19,65 persen pada Juli.

Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, mengatakan persoalan stunting menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Bahkan, beberapa bulan lalu dirinya mendapat arahan langsung dari Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali untuk memastikan penanganan stunting terus diperkuat.

“Beberapa bulan yang lalu saya dipanggil Bapak Bupati terkait stunting. Beliau meminta supaya persoalan ini ditangani dengan baik,” ujar Sabri dalam sambutannya saat membuka lomba memasak makanan sehat keluarga, Rabu (16/9).

Menurutnya, sempat muncul laporan bahwa angka stunting di Tana Tidung mengalami peningkatan.

Namun setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, diketahui bahwa peningkatan tersebut bukan karena bertambahnya kasus secara signifikan, melainkan dipengaruhi perubahan perhitungan atau prevalensi berdasarkan data yang masuk.

“Setelah saya bertanya kepada Dinas Kesehatan, ternyata kasusnya tidak meningkat, tetapi prevalensinya yang naik. Ada rumus-rumus dalam perhitungannya,” jelasnya.

Penyebabnya, jumlah penimbangan  balita rendah sehingga mempengaruhi perhitungan prevalensi yang mengalami peningkatan.

"Awal tahun jumlah balita yang harus ditimbang sudah dilaporkan, namun yang mengikuti penimbangan rendah, sehingga angka pembaginya besar, akhirnya prevalensinya naik," terangnya.

Sabri mengatakan pemerintah daerah kemudian melakukan koordinasi dan turun langsung ke sejumlah kecamatan untuk menyampaikan informasi sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting.

Ia menyebut berdasarkan data Agustus 2026, masih terdapat kasus stunting di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Sesayap tercatat 40 kasus, Sesayap Hilir 64, Kecamatan Tana Lia 60 kasus, dan kecematan Betayau 1.

Namun, di tengah upaya tersebut, Sabri memberikan apresiasi kepada desa yang mampu mempertahankan angka stunting hingga nol kasus.

“Harus saya berikan apresiasi kepada Desa Sengkong yang zero stunting. Kemudian Desa Safari juga. Terima kasih kepada pengurusnya,” katanya.

Menurut Sabri, capaian penurunan prevalensi stunting tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, kader , hingga masyarakat.

Ia menegaskan, evaluasi terhadap angka stunting akan terus dilakukan setiap bulan.

Dinas Kesehatan diminta rutin menyampaikan perkembangan data agar pemerintah dapat mengetahui kondisi terkini sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

“Setiap bulan saya meminta kepada Dinas Kesehatan untuk terus memantau dan kembali menyampaikan perkembangannya kepada kami,” ujarnya.

Sabri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penanganan stunting di Kabupaten Tana Tidung.

“Sekali lagi terima kasih kepada seluruh pihak, baik kabupaten, kecamatan, masyarakat dan desa, TP PKK yang telah membantu bersama-sama menjaga anak-anak kita,” pungkasnya.(*)

Editor : Sophian Hadi
Wabup Sabri stunting Tana Tidung