TIDENG PALE – Kebijakan efisiensi anggaran dan penurunan Transfer ke Daerah (TKD) mulai terasa hingga ke sektor perbankan di Kabupaten Tana Tidung.
Perputaran dana yang bersumber dari pemerintah daerah menurun, diikuti berkurangnya aktivitas transaksi masyarakat.
Kondisi tersebut salah satunya terlihat dari menurunnya dana yang berputar pada Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Dampaknya ikut dirasakan perbankan, mulai dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), transaksi nasabah, hingga kemampuan penyaluran kredit.
Pimpinan Cabang Bankaltimtara Tana Tidung Ilham Akbar mengatakan, penurunan TKD dari pemerintah pusat berpengaruh terhadap aktivitas keuangan daerah dan perputaran dana di perbankan.
“Dampak utamanya berasal dari menurunnya dana yang berputar pada RKUD,” kata Ilham, Senin (14/9).
Menurutnya, efisiensi anggaran juga menyebabkan sejumlah kegiatan pemerintah daerah, termasuk proyek pembangunan dan belanja pemerintah, mengalami penyesuaian.
Kondisi tersebut secara tidak langsung ikut memengaruhi perputaran uang di tengah masyarakat.
Penurunan aktivitas transaksi bahkan terlihat pada penggunaan mesin ATM.
Frekuensi pengisian uang pada sejumlah ATM disebut berkurang sekitar 50 persen dibandingkan sebelum penerapan efisiensi anggaran.
Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan daya beli masyarakat.
Selain itu, sebagian masyarakat cenderung menggunakan dana tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga aktivitas penarikan dana turut meningkat.
“Pencapaian target saat ini masih berada pada kisaran 50 persen. Kondisi perekonomian daerah menjadi tantangan bagi perbankan, baik dalam penghimpunan dana, penyaluran kredit maupun pencapaian laba,” ujarnya.
Ilham mengatakan, Bankaltimtara tetap berupaya menjaga kinerja di tengah kondisi tersebut.
Sejumlah strategi dilakukan, di antaranya mengoptimalkan produk tabungan, giro dan deposito serta memberikan promosi untuk mendorong masyarakat meningkatkan budaya menabung.
Selain itu, layanan digital terus diperkuat, baik untuk nasabah perorangan maupun perusahaan.
Bankaltimtara juga mendorong penggunaan aplikasi DG Bankaltimtara serta mengembangkan layanan cash management system bagi nasabah perusahaan.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga penghimpunan dana sekaligus memperluas sumber perputaran ekonomi di daerah.
Perbankan juga terus mendorong sektor swasta dan dunia usaha agar pemanfaatan layanan perbankan semakin optimal.
Jika efisiensi anggaran dan penurunan TKD berlanjut, tekanan terhadap perputaran dana di RKUD maupun sektor perbankan diperkirakan masih akan terjadi.
Aktivitas transaksi masyarakat juga berpotensi tetap rendah apabila daya beli belum mengalami pemulihan.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi penyaluran kredit apabila penghimpunan DPK dan aktivitas ekonomi daerah tidak mengalami peningkatan.
Meski demikian, Bankaltimtara tetap berupaya meningkatkan kinerja hingga akhir tahun melalui peningkatan kualitas pelayanan, promosi produk perbankan, penguatan layanan digital, serta perluasan layanan kepada masyarakat dan sektor usaha. (*)
Editor : Sophian Hadi