TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) terus mematangkan rencana pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di daerah tersebut.
Langkah itu ditandai dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Pendirian IAIN di Ruang Rapat Wakil Bupati Tana Tidung, Senin (14/9).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rektor dan Wakil Rektor I UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Sekretaris LP2M beserta tim, Kepala Kantor Kementerian Agama, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Wakil Bupati menyambut baik kedatangan rombongan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda beserta tim penyusun dokumen.
Menurutnya, penyusunan dokumen tersebut merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Kabupaten Tana Tidung.
Ia menilai keberadaan IAIN nantinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga dapat berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan generasi muda, serta penguatan kehidupan sosial dan keagamaan.
“Pendirian perguruan tinggi negeri membutuhkan kajian akademik yang kuat, dokumen yang komprehensif, perencanaan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pembiayaan, aspek hukum, serta dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap FGD tersebut tidak berhenti pada penyusunan dokumen administratif semata, tetapi menghasilkan peta jalan yang jelas mengenai tahapan, kebutuhan, strategi, hingga langkah konkret menuju terwujudnya IAIN di Kabupaten Tana Tidung.
“Kita berharap FGD ini menghasilkan peta jalan yang jelas dan dapat menjadi pedoman bersama dalam setiap tahapan pendirian IAIN di Tana Tidung,” harapnya.
Dengan adanya perencanaan yang matang, Pemkab KTT berharap rencana pendirian IAIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Wakil Bupati secara resmi membuka kegiatan FGD tersebut.
Ia berharap forum itu menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan pendidikan, meningkatkan kualitas intelektual masyarakat, serta mempersiapkan generasi muda Tana Tidung yang berilmu dan memiliki karakter yang kuat. (*)
Editor : Sophian Hadi