Tingkat Kegemaran Membaca Tana Tidung Lampaui Nasional, Perpusatakaan Siapkan Sistem Poin  Kunjungan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 08:29 WIB

 

INOVASI: Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Tana Tidung sedang mepersiapkan skema poin bagi pengunjung perpusatakaan untuk diberi apresiasi. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
INOVASI: Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Tana Tidung sedang mepersiapkan skema poin bagi pengunjung perpusatakaan untuk diberi apresiasi. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

 

TIDENG PALE – Upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat di Kabupaten Tana Tidung terus dilakukan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan setempat kini tidak hanya mengejar peningkatan kunjungan, tetapi juga mendorong aktivitas membaca masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan literasi.

Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tana Tidung, Edy Harsono, mengatakan tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Tana Tidung saat ini tercatat 57,84 persen. Angka tersebut berada di atas tingkat kegemaran membaca secara nasional yang mencapai 54,8 persen.

Menurut Edy, capaian tersebut berkaitan dengan pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Dalam penilaian literasi saat ini, pengukuran tidak sekadar melihat jumlah masyarakat yang datang ke perpustakaan, tetapi juga aktivitas yang dilakukan selama berada di dalamnya.

“Bukan hanya melihat orang datang ke perpustakaan. Sekarang dilihat juga prosesnya, berapa lama dia membaca, judul buku yang dibaca dan apa yang didapat setelah membaca,” ujar Edy.

Karena itu, pihaknya mulai menyiapkan sistem pencatatan aktivitas pengunjung berbasis poin. Poin akan diberikan berdasarkan sejumlah aktivitas, seperti frekuensi kunjungan, lama membaca hingga jumlah dan judul bahan bacaan yang dibaca.

“Poin itu nanti bisa ditukar dengan hadiah. Misalnya sudah mencapai 100 poin bisa mendapatkan tumbler dari Bunda Literasi. Kalau 90 poin bisa mendapatkan perlengkapan sekolah,” jelasnya.

Sistem tersebut diharapkan menjadi inovasi untuk meningkatkan minat masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih sering datang dan membaca di perpustakaan.

“Kalau anak-anak rajin datang dan poinnya terkumpul, mereka bisa mendapatkan hadiah yang mereka inginkan. Ini yang sedang kami hitung dan siapkan kriterianya agar jelas,” katanya.

Selain meningkatkan kegemaran membaca, Perpustakaan Tana Tidung juga mengembangkan konsep literasi berbasis inklusi sosial. Perpustakaan tidak hanya diposisikan sebagai tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan.

Edy mencontohkan kelompok tani yang datang ke perpustakaan untuk memperoleh pengetahuan mengenai pertanian. Pengetahuan tersebut kemudian dapat diterapkan untuk meningkatkan produksi pertanian dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Jadi masyarakat datang ke perpustakaan, kemudian kita fasilitasi kebutuhan dan kompetensi yang mereka perlukan. Misalnya masyarakat yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan dan lainnya,” tuturnya.

Ia menyebut peningkatan kunjungan juga mulai terlihat setelah perpustakaan menempati gedung dengan fasilitas yang lebih memadai. Sebelumnya, kondisi gedung dan fasilitas pendukung dinilai belum optimal untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.

Saat ini, ruang perpustakaan telah dilengkapi pencahayaan, pengaturan suhu, meja dan kursi baca serta fasilitas pendukung lainnya.

Pengunjung juga tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Mulai dari anak PAUD, SD, SMP, SMA hingga masyarakat umum dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

“Yang sudah memiliki kerja sama atau MoU dengan kami tentu kita fasilitasi. Tetapi sekolah maupun masyarakat yang belum MoU juga tetap dipersilakan datang,” katanya.

Berbagai kegiatan kreatif juga disiapkan untuk menarik minat anak-anak. Salah satunya kegiatan membaca sambil menggambar dan mewarnai yang melibatkan anak-anak PAUD.

“Kami fasilitasi. Anak-anak bisa membaca buku sekaligus menggambar dan mewarnai. Jadi perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga tempat anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan,” pungkas Edy.(*)

Editor : Sophian Hadi
IPLM Perpusatakaan TKM Tana Tidung