Pemeliharaan Jalan dengan Rigid Beton di Tana Tidung Mulai Berjalan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 20:19 WIB
PERBAIKAN: Pemeliharaan jalan dengan menggunakan rigid beton mulai dilakukan. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
PERBAIKAN: Pemeliharaan jalan dengan menggunakan rigid beton mulai dilakukan. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

 

TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mulai menangani sejumlah titik kerusakan jalan, salah satunya di ruas Simpang Sesayap Selor, Kecamatan Sesayap Hilir. 

Pemeliharaan dilakukan dengan pengecoran rigid beton sebagai penguatan struktur jalan sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Tana Tidung, Didakus Pito, membenarkan pekerjaan tersebut.

“Iya, itu pemeliharaan jalan dengan rigid beton,” kata Pito, Jumat (11/9).

Seperti diberitakan sebelumnya, penanganan kerusakan jalan dilakukan mulai dari simpang Pelabuhan Sebawang hingga simpang Sesayap Selor.

Untuk tahap awal, pemerintah memperkuat titik-titik jalan yang rusak dengan rigid beton.

“Pengerjaan rigid beton dulu di bawahnya, baru nanti di multiyears-nya diaspal di atasnya,” kata Pito.

Panjang penanganan rigid beton diperkirakan mencapai sekitar 400 meter.

Namun, pekerjaan tersebut tidak dilakukan dalam satu hamparan, melainkan tersebar pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

“Tapi perbaikan per kerusakan, tidak satu hamparan. Totalnya 400 meter,” bebernya.

Setelah struktur jalan diperkuat, pekerjaan akan dilanjutkan dengan overlay, yakni pelapisan kembali permukaan jalan menggunakan aspal.

Ruas jalan dari kawasan Masjid Al Jihad hingga Simpang Seludau masuk dalam skema pekerjaan multiyears.

Pemerintah menargetkan pekerjaan lanjutan mulai berproses pada Oktober 2026. Sementara keseluruhan pekerjaan peningkatan jalan ditargetkan dapat diselesaikan pada 2028.

“Diharapkan bulan Oktober tahun ini sudah mulai berproses pengerjaannya yang multi years. Target keseluruhan pekerjaan jalan kita harapkan selesai pada 2028,” katanya.

Didakus menjelaskan, tingginya aktivitas kendaraan angkutan, termasuk kendaraan pengangkut sawit, turut memengaruhi kondisi jalan.

Beban kendaraan berat dinilai belum sepenuhnya seimbang dengan kemampuan struktur jalan yang tersedia.

“Muatan yang lewat belum seimbang dengan persiapan jalan. Itu yang menyebabkan ada kerusakan,” ungkapnya.

Karena itu, penguatan struktur melalui rigid beton menjadi langkah awal sebelum jalan kembali dilapisi aspal.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

Editor : Sophian Hadi
Rigid Beton DPUPRKP Tana Tidung