TIDENG PALE – Program penerangan jalan yang gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) mulai menghadapi kendala.
Sejumlah Penerangan Jalan Umum (PJU) yang sebelumnya dipasang di jalan protokol dan kawasan permukiman kini mengalami gangguan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Desa Tideng Pale Timur, khususnya Jalan Padat Karya.
Berdasarkan pemantauan lapangan, beberapa titik PJU terlihat dalam kondisi mati sehingga sejumlah ruas jalan kembali minim penerangan pada malam hari.
Plt Kepala Dishub Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, membenarkan adanya gangguan tersebut.
Menurutnya, masalah PJU tidak hanya terjadi pada lampu dekoratif, tetapi juga ditemukan pada PJU di sejumlah ruas jalan lainnya.
“Selainnya ada juga yang PJU di ruas jalan lainnya, masih diupayakan perbaikannya,” ujar Arief, Sabtu (12/9).
Ia menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi berkaitan dengan kapasitas daya listrik.
PJU yang terpasang menggunakan pasokan listrik PLN, sementara daya yang tersedia dinilai belum mencukupi.
Karena itu, diperlukan penambahan daya agar sistem penerangan dapat kembali berfungsi secara optimal.
Dishub berharap kebutuhan tersebut dapat diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
“Berharap di APBD-P ada anggaran untuk penambahan daya,” katanya.
Kondisi PJU yang mati telah menjadi keluhan masyarakat.
Minimnya penerangan pada malam hari dikhawatirkan mengurangi kenyamanan pengguna jalan, terutama warga yang masih beraktivitas dan melintas pada malam hari.
Dishub pun masih melakukan upaya perbaikan terhadap titik-titik PJU yang mengalami gangguan.
Pemerintah daerah berharap persoalan teknis dan kebutuhan penambahan daya dapat segera ditangani, sehingga program penerangan jalan yang telah berjalan dapat kembali memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(*)
Editor : Sophian Hadi