TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) menyiapkan bantuan pembangunan rumah layak huni di tiga desa tahun ini.
Tiga desa tersebut yakni Tideng Pale Timur, Kujau dan Mendupo, dengan total 18 unit rumah.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Tana Tidung, Irwansyah, mengatakan program Bantuan Stimulan Penyediaan Rumah Swadaya (BSPRS) diberikan untuk membantu masyarakat meningkatkan kondisi hunian agar lebih layak ditempati.
Total anggaran untuk satu unit sebesar Rp50 juta. Anggaran tersebut berasal dari sharing APBD Pemkab Tana Tidung dan dana desa.
“Untuk yang dari APBD itu Rp25 juta per unit. Dari dana desa juga Rp25 juta, jadi totalnya Rp50 juta untuk satu unit,” ujar Irwansyah.
Ia menjelaskan, penerima bantuan tidak serta-merta ditetapkan tanpa melalui sejumlah kriteria.
Salah satu prioritas adalah masyarakat yang memiliki rumah dengan kondisi rusak dan membutuhkan penanganan.
Selain kondisi bangunan, calon penerima juga harus memiliki lahan sendiri dengan legalitas yang jelas.
Hal tersebut penting karena bantuan diberikan untuk pembangunan rumah yang nantinya harus benar-benar dimanfaatkan oleh penerima.
“Prioritasnya yang rumahnya rusak, kemudian lahannya sendiri dan legalitasnya jelas,” jelasnya.
Irwansyah menambahkan, penerima juga harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pembangunan secara swadaya.
Bantuan pemerintah pada prinsipnya tidak menanggung seluruh kebutuhan pembangunan rumah.
Dengan demikian, masyarakat penerima diharapkan dapat melanjutkan bagian pekerjaan yang belum tercakup dalam bantuan, seperti penyelesaian pintu, jendela maupun bagian rumah lainnya sesuai kebutuhan.
“Karena ini bangunan harus dimanfaatkan. Penerima bantuan juga harus bisa menyelesaikan secara swadaya,” katanya.
Saat ini, surat keputusan (SK) penerima bantuan telah ditetapkan. DPUPRKP selanjutnya melakukan koordinasi dengan pemerintah desa sebelum bantuan didistribusikan.
“Kita tinggal koordinasi dengan desa. Setelah itu kita rapat pemantapan, kemudian bantuan bisa kita distribusikan,” pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi